Jiwaku Menangis

Jumat, 20 April 2012

Dapatkah kau rasakan dari dalam jiwa,
perihnya rasa yang teluka karena dusta,
dapatkah kau biarkan aku hidup tanpa derita,
bernyanyi merdu lantunkan tembang-tembang cinta,

sayang,,,,,
berilah aku satu jawaban,,,
berilah aku satu arti untuk kata demi kata yang telah terucap,

sayang,,,,
aku lah boneka terindah dalam hidupmu,
mainan masa kecil yang paling disukai,
tapi kini aku telah usang,,,sayang,,,
pedihnya kau buang dan kau lempar tanpa belas kasihan,

tapi aku takkan menangis,,,sayang,,
karena airmata ini telah kering,
terkikis oleh ribuan derita karenamu,
tersiksa batin dalam pengharapan yang telah kau ingkari.

Celotehku

Rabu, 18 April 2012

Wahai malam,,,wahai dunia kegelapan,,
wahai iblis-iblis,,wahai kalian para dedemit,,,
para setan penghuni kubur,,

dengarlah senandungku merdu mendayu,
nyanyikan lagu kematian bernada haru,
tembang jiwa yang terluka penuh derita,

ku ungkap rasa dikesunyian malam,
menatap berbagai penomena dalam kehidupan,
pekat,,hitam,,kelam tanpa cahaya,,

dan aku tiada pernah bersembunyi darimu,
meski langit kan runtuh dan menimpaku hingga remuk,
aku takkan gentar,,,
meski seribu satu tusukan bersarang di jantungku,
karena aku akan tetap hidup dalam duniamu,

tunggu aku digerbang itu,,
dimana darah ini kan memberi warna disetiap lekuk tubuhmu,
jangan sampai kau tak datang,,sayang,,
karena bait-bait kematian itu
akan selalu ku dendangkan dengan lirih disepanjang waktu,,

Coretan Tanpa Judul 24

Sabtu, 14 April 2012

Rinduku pada belaian malam yang menghapus jejak itu,
tak lagi ku lihat walau hanya bayangan,
sepertinya memang benar-benar telah tiada,
hanya mampu rasakan sepoi sang bayu mengelus tubuhku,

di hamparan itu kubaringkan raga,
mencoba menatap langit malam berhiaskan bintang-bintang,
sambil ku bayangkan sebuah kisah dimasa lalu,

seketika darahku berdesir,,jantungku berdetak hebat,,
segala rasa seperti bermuara di ubun-ubun,
menyuarakan segala emosi di jiwa,

tapi aku tetap mencoba bersenandung lirih,
meski deras gelombang menerpaku tiada henti,
ku ayun langkah gemulai,,
meski kerikil itu lukai telapak kaki,

kau beri aku rasa yang tak aku pahami,
kau beri mimpi dalam tidurku yang tak lelap lagi,
karena semua itu mencoba membuatku terjatuh dalam nestapa,
percayalah,,,,
aku masih tetap berdiri tegak menantang langit,,,

Cinta Disepanjang Musim

Kamis, 12 April 2012

Di sepanjang musim ku tebar benih cinta di hatimu,
ku biarkan tumbuh subur di antara tawa dan airmata,
kau bagaikan irama yang terlantun lirih di sepanjang waktu,

Ku lewati ladang tempat dimana kau baringkan segala rasa,
terlihat begitu indah karena hadirmu memberi warna,
sejukkan jiwa dikala siang dan malamku yang sunyi.

Ku hias jendela hati dengan segala perhatian dan ketulusan,
ku nyanyikan tembang syahdu penuh rindu,
dikala raga kita terpisahkan jarak dan waktu,

Kau telah menebar semangat di sanubari,
pesona cintamu menjadi cahaya penerang di hidupku,
jangan biarkan gelombang prahara memisahkan jalinan kisah antara kita.

Telah Ku Kubur Duniaku

Senin, 09 April 2012

Lantang suara terdengar memecah di keheningan,
di bawah lentera digelapnya malam ku senandungkan lagu rindu,
mencumbu rasa haru pada indahnya kata-kata,
bertahta dan bermahkotakan intan permata,

Silau,,,duniaku silau,,,,
merapatkan diri pada sebuah pilihan hati,
nyanyian jiwaku pun muncul dari luka yang berdarah,
mencoba larutkan segala aza pada penggalan-penggalan kisah itu,

Suluh itu telah memberiku pancaran sinar keindahan,
takjub dan terbuai oleh dunia yang kini telah aku tinggalkan,
semua itu telah ku lebur dalam bejana kisah dimasa yang lalu,
dan tak ingin terungkap kembali pada selang waktu tanpa batas.

Coretan Tanpa Judul 23

Jumat, 06 April 2012

Adalah ketika aku menitikkan airmata,
adalah ketika hatimu mulai beranjak menuju arah yang lain,
mencoba mengerti ketika kamu berkata,,AKU LUPA,,
tapi ingatlah,,,
bahwa ketika aku harus melepasmu dari pelukan,
duniaku tidak akan pernah ikut mati,
poros itu akan selalu berputar
mengikuti gerak langkah sang waktu,

Ijinkan aku mencium jari jemari lentik itu
yang telah memutuskan tali pengikat jiwaku dengan jiwamu,
ijinkan aku mencium bibirmu,,
bibir yang telah berdusta dan bersembunyi dibalik rahasia hati,

Katakanlah pada semesta,
bahwa aku telah binasa,
lebur dan terinjak dibawah kaki sang pemuja cinta,
tutuplah mataku dengan segala tipu daya,
lumuri tubuhku dengan tetesan darah
dari goresan lukaku di masa yang lalu,
tapi aku hanya mencintaimu,,,,,
meski aku harus bisikan selamat tinggal berulang kali padamu.

Coretan Tanpa Judul 22

Senin, 02 April 2012

Meski gelap itu membuatku seakan buta,
namun aku tidak pernah membutakan mata hatiku,
untuk sejenak memandangmu dari balik jendela kalbu,
adakah rasa yang kau semai itu adalah rindu,
ataukah asa yang kau cumbu bagai angin lalu,

Semilirnya tak lagi sejukkan jiwa,
hembusan nafas yang mulai panas kian membakar di dalam dada,
itukah hasrat yang kau pendam sejak dahulu,
kala manis madu asmara kau berikan tanpa ragu,
kala indah bunga cinta kau sematkan di jantung jiwa.

Ku biarkan saja semua itu menjadi bayangan di kala senja,
merobek dan menelanjangi sisi-sisi ruang dalam hati,
yang tak lagi memberi arah pada sepenggal kalimat yang tak pasti,
datar tanpa nyawa dalam setiap ucap yang di suguhkan.

Coretan Tanpa Judul 21

Minggu, 01 April 2012

Desah nafas malam hadirkan keresahan yang dalam,
semilirnya membelai dalam keheningan,
ku terbuai meski akhirnya membuatku terhempas,
dalam ruang hampa tanpa cahaya.

Ku susuri setiap lekuk kehidupan,
ayunkan langkah pasti menuju esok penuh harapan,
namun kerasnya bebatuan kerap kali mebuatku terluka,
tanpa alas kasih ku terjebak dalam kegelapan.

Mencoba bangkitkan kembali asa dalam jiwa,
menopang lemahnya raga tanpa daya,
terhalang dinding keangkuhan tegap menjulang,
hingga membuatku nyaris hilang akal.