Senandungku Tak Lagi Seirama
Rabu, 28 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 23.20Aku adalah kepingan hati yang telah rapuh,
nyaris hancur ketika prahara menghujam sukma,
menusuk ke jantung jiwa hingga nyaris binasa,
Ku tengadahkan kepala saat gerimis membasahi raga,
langit seakan turut berduka,
menahan perih luka hati yang begitu dalam,
Lirih kata terucap dalam kalimat yang mulai acak,
tak mampu lagi ku rangkai bait-bait indah,
ketika goresanku lusuh direjam pilu penuh derita,
Semua itu menjadi senandung dalam nyanyian jiwa,
paparkan segala rasa penuh keluh kesah,
tentang cinta dalam perjalanannya yang semakin kelam.
Di antara Cinta Dan Kebodohanku
Senin, 26 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.36Ketika matahariku tak lagi pancarkan terangnya,
ibarat jiwa yang terlepas dari raga,
begitupun cinta yang telah tertanam,
kini telah membeku dan membuatku hampir mati,
Resah mengeja segala kata,
karena tiada rasa yang mampu kau pahami,
bahwasannya ada kesungguhan dalam jiwa tuk mencintai,
Namun kenapa,,,??
kau larutkan segala rasa dalam derita,
kau hancurkan segala harapan yang telah tersampaikan,
Semua hanya karena segala kebodohan yang ku punya,
tak mampu memberi rasa terindah pada sang malam,
tak mampu memberi pesona yang mampu taklukkan rasa,
Biarkan semuanya kini berlalu,
membentang jarak dalam ruang dan waktu,
tak lagi mampu ku kejar bayangmu,
karena sosok dalam nyataku,
telah menungguku di sudut kota itu.
ibarat jiwa yang terlepas dari raga,
begitupun cinta yang telah tertanam,
kini telah membeku dan membuatku hampir mati,
Resah mengeja segala kata,
karena tiada rasa yang mampu kau pahami,
bahwasannya ada kesungguhan dalam jiwa tuk mencintai,
Namun kenapa,,,??
kau larutkan segala rasa dalam derita,
kau hancurkan segala harapan yang telah tersampaikan,
Semua hanya karena segala kebodohan yang ku punya,
tak mampu memberi rasa terindah pada sang malam,
tak mampu memberi pesona yang mampu taklukkan rasa,
Biarkan semuanya kini berlalu,
membentang jarak dalam ruang dan waktu,
tak lagi mampu ku kejar bayangmu,
karena sosok dalam nyataku,
telah menungguku di sudut kota itu.
Biarkan Aku Ungkapkan Rasa
Kamis, 22 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.43Gerimis itu kini menjadi hujan yang teramat deras,
keresahan telah memelukku dalam kehidupan,
galau hati ingin teriakkan pada semesta ,
berjuta pilu yang masih terselip tanpa mampu lepaskan,
Biarkan ku tetap gapai asaku,
biarkanlah ku tetap hidup tanpa belenggu,
biarkanlah hatiku tetap dalam pelukan kasih setiamu,
Semerah darahku yang telah ku teteskan,
untuk sebuah pengorbanan nyata yang ku berikan,
Jangan menjauh,,mendekatlah,,,
lihatlah luka ini semakin menganga,
tergores oleh tajamnya ujung lidahmu,
tak berdaya di rejam dusta dan kepalsuan,
cukupkanlah,,,karena duniaku telah semakin buram.
Dalam Doaku
Selasa, 20 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 09.04Kala mata hatiku telah buta,
tuntunlah aku menuju jalan yang terang,
agar kurasa setuhan lembutMU membelai jiwa,
Lewat mantra suci ku ucap doa,
di pangkuanMU ku serahkan jiwa raga,
wangi bunga dan kepulan asap dupa,
menjadi sarana untukku persembahkan yadnya,
Cintai aku dengan kasih suci semesta,
agar kelak ku dapat meluruskan segala laku,
bergumul dalam dimensi waktu,
mencari kemurnian dan pembenaran atas prilaku.
tuntunlah aku menuju jalan yang terang,
agar kurasa setuhan lembutMU membelai jiwa,
Lewat mantra suci ku ucap doa,
di pangkuanMU ku serahkan jiwa raga,
wangi bunga dan kepulan asap dupa,
menjadi sarana untukku persembahkan yadnya,
Cintai aku dengan kasih suci semesta,
agar kelak ku dapat meluruskan segala laku,
bergumul dalam dimensi waktu,
mencari kemurnian dan pembenaran atas prilaku.
Mengertilah
Senin, 19 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.47Denting dawai rindu mengalun sendu,
seiring ketukan lambat di jantungku,
seolah ingin berhenti berdetak,
semua karena sayap-sayapku kini telah patah,
direjam derita yang tiada berkesudahan,
ku mencoba tuk bercerita,,
ku mencoba tuk bicara,,
ku mencoba tuk ungkapkan,
ku mencoba tuk sentuh hatimu,
Cinta,,,
semua ini bukan karena inginku,
tapi semua karena segala keterbatasanku,
Mengertilah,,,,,,,,,,,
Terbelenggu Sepi
Minggu, 18 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.43Lenteraku kini telah padam,
aku terjebak dalam kegelapan,
hanya samar ku dengar bisikan,
tentang cinta, rindu dan sebuah penantian,
Aku menangis dalam pelukan malam,
jiwa tertatih, lemah tanpa daya,
Aku memuja di kala mata hatimu telah buta,
aku berharap di kala jiwamu telah mati rasa,
Diheningnya suasana ku larutkan aza,
entah kini dan nanti segalanya kan kembali indah,
tak mampu goyahkan,
segala belenggu yang membentang di hadapan,
lidahku kelu di hujam ribuan kata,
dan aku hanya mampu diam,,dan hanya diam,,
Jiwa Yang Terkoyak
Sabtu, 17 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.16Ku rasakan ada yang mengalir di ujung netra,
khiasan bening sebagai tanda pelipur lara,
luapan rasa atas jiwa yang telah terkoyak,
Kini hatiku telah binasa,,,
terbunuh sepi di belantara malam yang sungguh sunyi,
tanpa bias cahaya menyinari,
terkapar,,terluka,,penuh nanah dan darah,
Ku biarkan diri di rejam derita,
hingga memudar segala rasa dalam jiwa,
buram wajah hariku yang mulai terlihat pucat,
nyaris hilang hasrat ku tuk mencinta.
Pesan Rinduku
Jumat, 16 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.17Ku sampaikan sebuah pesan kepada malam,
lewat hembusan sang bayu ku bisikkan rindu,
untuk sebuah hati yang sedang muram,
terbelenggu sepi dalam penantiannya tanpa henti,
Ku nyanyikan sebuah lagu dalam sunyi,
tentang cinta yang telah lama terpatri,
tentang canda tawa yang penah mengiringi,
tentang jalan yang pernah ku telusuri,
bersamamu,,dan hanya bersamamu,,
Wahai jiwa tambatan hati,
mari kita pulang,,
merajut aza yang sempat tertunda,
genggamlah tanganku,,
jangan biarkan ku terjatuh dan sendiri,
lewati senja yang kini telah beranjak pergi.
lewat hembusan sang bayu ku bisikkan rindu,
untuk sebuah hati yang sedang muram,
terbelenggu sepi dalam penantiannya tanpa henti,
Ku nyanyikan sebuah lagu dalam sunyi,
tentang cinta yang telah lama terpatri,
tentang canda tawa yang penah mengiringi,
tentang jalan yang pernah ku telusuri,
bersamamu,,dan hanya bersamamu,,
Wahai jiwa tambatan hati,
mari kita pulang,,
merajut aza yang sempat tertunda,
genggamlah tanganku,,
jangan biarkan ku terjatuh dan sendiri,
lewati senja yang kini telah beranjak pergi.
Aku dan Sepenggal Cerita
Selasa, 13 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.00Aku,,bukanlah aku yang dulu pernah terjatuh,
berpegangan pada sebuah dahan yang kemudian patah,
Aku,,bukanlah aku yang dulu sempat tak sadarkan diri,
meneguk secawan racun yang kau suguhkan
kemudian terbangkan anganku kelangit biru,
Aku,,bukanlah aku yang dulu yang selalu bernyanyi merdu,
berdendang seirama kicau sang burung di pagi buta,
Tapi aku cukup melihatmu dengan mata hatiku,
dengan naluri cinta yang tertanam dalam jiwa,
Tapi aku cukup merabamu lewat sentuhan nurani,
menggapai kasihmu yang telah lama tertanam disanubari,
Dan aku hanya mencoba tuk yakinkan diri,
ikuti langkah kemana pun hati menunjuknya,
agar jejak kakiku pun dapat kau lihat dengan jelas,
Dan kau boleh ikut denganku,
dan kau boleh genggam tanganku,
Atau bila tiada kau inginkan,
kau pun boleh membunuhku dari hatimu.
Coretan Tanpa Judul 20
Rabu, 07 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.24Saatnya ku rebahkan rasa di pangkuan malam,
menata seribu mimpi dalam peraduan,
berharap ada rindu kan tersampaikan,
kepada ilalang yang terpakur di dataran kesunyian jiwa.
Ku coba melenggang di antara kerumunan yang samar,
entah itu kau ataukah dia yang sedang berdiri tanpa bicara,
karena pikiranku kian jauh menerawang,
menembus batas mega berselimut kegelapan.
Runtuh segala harapan dalam penantian,
terkubur bersama puing-puing kehancuran,
bagai debu tehempas sang bayu,
tak tau arah dan tujuan,
hanya mampu mengikuti jejak yang masih tertinggal.
Coretan Tanpa Judul 19
Sabtu, 03 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 22.40Kepada raga yang menyepi di suatu persinggahan,
ada ragu yang memburu di relung hati,
apakah iya malam itu begitu pekat,
apakah iya siang itu begitu benderang,
jawabnya adalah bertanyalah pada yang memberi arti,
jawabnya adalah bertanyalah pada dia yang memberi mimpi,
Bukan aku,,
bukan kepada apa yang telah aku paparkan,
karena aku telah buta dan tuli,
hingga hatiku hanya mampu meraba dalam kegelapan,
karena suaramu pun tiada mampu ku dengar,
aku meringis,,aku menangis,,
sembab di kedua kelopak mata yang tak lagi mampu terbuka,
namun bintang-bintang begitu riang tertawa lebar,
Apa ini,,,,,,
adakah yang pantas ku percaya,,,
sedang jabat tanganku tak lagi kau genggam,
kau pergi dan berlalu tanpa pesan,
membuat emosi tak lagi mampu ku tahan,
sungguh tiada rasa yang mampu kau beri harga yang sepantasnya.
Senandung Duka Lara
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.06Kasih,,,
dengarlah jeritanku tentang kegalauan hati,
dengarlah rintihan hati ini penuh luka,
dengarlah keluh kesah jiwa ini yang lara,
dengarlah hatiku bercerita tentang duka nestapa.
Tahukah engkau,,,,,,
ku selami samudra rindu dengan kasih,
ku sebrangi benua cinta penuh pengharapan,
ku daki gunung penuh keyakinan,
untuk dapat memadu janji berjuta bintang.
Bersamamu,,,
kuingin rajut benang-benang cinta,
kala pelukan sehangat pagi yang terang,
bersamamu,,,,
ingin ku rasa kehangatanmu dalam setiap tatapan,
menepis hari-hari yang penuh keresahan,
hingga membuatku lupa
akan segala derita yang ku punya.
Nyanyian Malam
Jumat, 02 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.10Menara itu berdiri kokoh dengan angkuhnya,
hempasan badai hanyalah hembusan tiada arti,
Nyanyian malam tiada mampu membuatnya tersentuh,
tegak menantang bagai karang di tengah lautan,
Langit pun gundah ingin menimpanya,
bumi merana ingin menguburnya,
samudra murka ingin tenggelamkannya,
keresahan siburung camar hinggap di puncak keangkuhan,
tiada mampu berdendang riang dalam pancaran sinar para bintang,
Lelah terpahat dalam nisan berlukiskan nama diri,
mencoba jalani di antara kebisuan nurani menyayat hati,
seolah enggan tuk beranjak pergi,
dari wahana malam yang kelam dan sunyi,
sang lara pun tertunduk lesu,
tiada kata dan hanya membisu,
hanya sesekali dedaunan menyapa lewat lambaiannya,
isyaratkan cinta dalam pengharapan yang tiada batas.
Coretan Tanpa Judul 18
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.49Ku langkahkan kaki di lembah kesunyian,
hanya ditemani temaram cahaya rembulan,
menelusuri jejak sekeping hati yang telah lama hilang,
ingin satukan kembali segala rasa dalam sebuah ikatan,
meski harapanku tuk menggenggamnya nyaris sirna,
pudar bersama kisah yang tak pernah sejalan,
kala fajar merekahkan hari,
ku tersadar segalanya menjadi tiada pasti,
manisnya janji seperti rasa yang tak dapat ku mengerti,
meratapi perih di jiwa hingga senja kembali merona,
menyambut sang kegelapan menjemputku dalam peraduan hati,
Adakah kata yang dapat kau pahami,
meski nyata tiada mampu ku menyulam kembali,
benang-benang cinta yang telah lama kusut,
hingga menjadi sebuah rajutan kasih selembut sutra,
namun segala upaya hanya menjadi sia-sia,
karena kau dan aku memang selalu berbeda arah.
Langganan:
Postingan (Atom)
