Bahasa Kalbu

Senin, 28 Mei 2012

Diamku adalah bahasa hatiku untukmu,
diamku adalah memiliki makna terdalam yang tak dapat terucapkan dengan kata-kata,
diamku adalah nyanyian sunyi dalam kesepianku,
diamku adalah bahasa kalbu yang membuatmu bingung,
diamku akan mengantarmu tuk datang membawa tanya untukku,
diamku,,,,,,maknai saja dari hatimu,
karena diamku adalah wujud nyata jenuhku,
karena aku enggan tuk menyapamu kembali,
diamku adalah rasa kecewaku padamu,
itulah alasannya kenapa aku harus tetap diam.

Aksara Hatiku

Kamis, 24 Mei 2012

Telah ku goreskan ribuan kata di atas kanvas jiwa,
telah ku urai banyak tangis di beranda malam,
telah ku paparkan semua keresahan lewat sang bayu,
ku hembuskan nafas pengharapan kesetiap sudut di hatimu,

Namun laju perjalanan kisah itu menuai perih,
memberi luka di jantung jiwa tiada berkesudahan,
jangan tanya lagi mengapa,,,,,
karena jawabnya adalah tiada,,,
semua itu adalah diriku dan hanya aku yang mampu pahami,

Mengertilah,,,,,,
karena kini aku benar-benar lelah,
ingin istirahatkan jiwaku dipangkuan senja nan merona,
ingin nikmati indahnya sunset di ufuk barat,
di antara debur ombak ditepian pantai kerinduanku,
hanya aku,,, dan hanya aku sendiri,,

Tanya Tanpa Jawab

Jumat, 18 Mei 2012

Jalang,,,,
Kau bentangkan aza ku di antara mega yang menghitam,
kau bisikan sekelumit kisah dalam paparan yang telah usang,
kau beri aku tanya yang membuat emosiku kian bertahta,

sudahlah,,hentikan,,
segala kisah yang kau ungkap tanpa kesan,
aku jenuh,,
aku lelah memberi arti
pada derasnya aliran darahku yang mulai menggumpal,
pada bentuk dalam ucapan yang tak lagi datar,

Jalang,,,
lihatlah kesekeliling,
ribuan mata menatap penuh keresahan,
penuh rasa yang sesungguhnya ingin di ungkapkan,
namun ragu menderanya tanpa jawaban yang bermakna.

Kisahku.Part 2

Kamis, 10 Mei 2012

Ketika gemuruh rasa menghentak sukma,
ku terpaku, diam dan membisu,
sepertinya darahku pun telah jadi beku,
tiada canda dan tawa menyertai,

aku lemah dibelantara malam yang sungguh sunyi,
mengingatmu bagai menyusuri lautan yang tiada bertepi,
lelah menuai mimpi yang tiada pasti,
aku terjebak dalam belenggu rasa penuh illusi,

layakkah ku berharap atas cinta yang tak lagi memanggil,
pantaskah ku genggam segala janji,
karena semua telah hangus terbakar amarah,
karena semua telah lenyap dari pandangan,

aku hanya serpihan usang tiada arti,
mencoba sentuh cinta dalam kemurniannya,
meski lelah menderaku dalam perjalanan,
semua hanya karena rasa yang kumiliki,
tak pernah memilih kemana aku harus pergi,

bila suatu saat nanti dapat ku raih,
kan ku genggam dan ku letakkan didada,
kan ku semayamkan di jantung jiwa,
agar kau tahu putihnya cinta yang ku miliki hanya kepadamu.


Kisahku. Part 1

Rabu, 09 Mei 2012

Di hari ini ku awali kembali menulis lembar demi lembar kisah usang,
sebuah rasa yang nyaris binasa dalam penantian,
aku tak pernah takut dengan apa yang kurasa,
aku pun tak pernah merasa hina tuk ungkapkan segala isi yang tersemat di jiwa,
walau terkadang sulit dicerna oleh akal sehat,
bahwa mimpi telah memberiku luka dalam sebuah harapan,

nyata bintang itu bersinar di malam hari,
dapat ku lihat terangnya begitu indah,
namun terlalu jauh tuk ku genggam dengan kedua tanganku,
dan aku hanya mampu bersandar pada sang malam,
karena dari kegelapan itulah tampak jelas kulihat dirimu,

langkahku kian datar,
walau penat dalam kepala yang tak lagi ingin menyimpan kenangan itu,
hanya desir lembut sang bayu sesekali membasuh wajahku,
menyeka keringat yang ada di keningku,
walau sesungguhnya ada tetes yang tersamarkan dibalik lentik kedua kelopak mata,
namun aku memiliki hati sekokoh karang,
setegap gunung yang menjulang,

walau kadang ku harus bersimpuh dikaki senja,
meratap pada deru ombak dilautan,
agar senantiasa menyapaku walau hanya lewat senandung tanpa irama,
tapi ku tahu kau selalu ada,
di belakangku, di depanku, di samping ku,
bahkan dimanapun kaki ku berpijak,
masih terngiang suaramu ditelinga,
bisikan rindu penuh cinta tercurah begitu dalam,
masih segar dalam ingatan,
cumbu rayu memujaku bagai bidadari cinta,
dan semua itu ternyata kosong,