Coretan Tanpa Judul 30
Jumat, 28 September 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.34
Aku adalah debu jalanan,
aku adalah serpihan yang terbuang,
namun aku memiliki cinta seindah mawar,
bilakah tak tercium wangi tubuhku,
maka diri ini tiadalah kekasih hatimu,
mengapa kau ragu,,?!
tanyalah hati kecilmu,
maka dia akan menjawabnya penuh rindu,
karena hadirku memberi indah disetiap malammu.
tanyalah hati kecilmu,
maka dia akan menjawabnya penuh rindu,
karena hadirku memberi indah disetiap malammu.
Coretan Tanpa Judul 29
Senin, 03 September 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 22.09
Aku hanya ingin jujur pada hati,
mengucap kata karena rasa yang memang ku pahami,
tak ingin membohongi hati nurani,
hanya karena ego dan segala benci,
aku hanya ingin jujur pada diri,
maknai hidup bukan hanya sekedar bermimpi,
tapi aku punya harapan yang pasti,
mengucap kata karena rasa yang memang ku pahami,
tak ingin membohongi hati nurani,
hanya karena ego dan segala benci,
aku hanya ingin jujur pada diri,
maknai hidup bukan hanya sekedar bermimpi,
tapi aku punya harapan yang pasti,
untuk semua jalan yang akan ku lalui nanti,
tanpamu aku takkan mati,,,!!
tak ingin coba kembali,
tak ingin coba mendekati,
karena bagiku,
kau bukan bagian atas kehidupanku lagi.
tanpamu aku takkan mati,,,!!
tak ingin coba kembali,
tak ingin coba mendekati,
karena bagiku,
kau bukan bagian atas kehidupanku lagi.
Coretan Tanpa Judul 28
Sabtu, 18 Agustus 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.27
Ketika aku menjadi pelupa,
aku benar-benar lupa,,,,
aku tidak ingat tentang apa yang ingin aku ingat,
,,,dan kata ini tentang apa,,,??
maknanya juga aku lupa,,,
Aku memang telah lupa,
bahkan lupa bila pernah ada cinta,
aku telah jadi pelupa,,,
karena aku memang tak ingin berusaha mengingatnya lagi,
Aku memang telah lupa,,!!
lupa,,,,dan akan melupakan,,,
aku benar-benar lupa,,,,
aku tidak ingat tentang apa yang ingin aku ingat,
,,,dan kata ini tentang apa,,,??
maknanya juga aku lupa,,,
Aku memang telah lupa,
bahkan lupa bila pernah ada cinta,
aku telah jadi pelupa,,,
karena aku memang tak ingin berusaha mengingatnya lagi,
Aku memang telah lupa,,!!
lupa,,,,dan akan melupakan,,,
Coretan Tanpa Judul 27
Selasa, 14 Agustus 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.33
Ketika aku telah meninggalkan
jalan setapak yang sempat kulalui di hari kemarin,
ada angin kabarkan tentang kesepian, tentang penyesalan,
tentang doa dalam sebuah harapan,
tentang kisah yang berakhir tak sempurna,
apakah aku yang salah,,,??
ataukah rasa ini yang salah,,??
semuanya telah menuju arah yang berlawanan,
dan jiwa itu terasa begitu asing,
hampir saja ku tak mampu mengenalinya lagi,
atau mungkin karena ingatanku yang mulai tumpul,
akh,,,keluh kesah yang tak pernah padam,
benamkan segala hasrat di jantung jiwa,
tak ingin lagi ku ulang kesalahan yang sama,
karena semua itu memang ingin ku tinggalkan.
Coretan Tanpa Judul 26
Rabu, 08 Agustus 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 01.18Bila aku datang tiada sapa santun,
berilah aku sedikit rasa yang bisa ku tuntun,
sebagai jalan damai syair terlantun,
rinduku pada jiwa penuh kasih,
memberi rasa nyaman tiada perih,
membelai indah penuh cinta tanpa letih,
,,,dan aku yang terdiam tanpa berucap lirih,
ijinkan ku gapai tepian hati dalam ketulusan kasih.
berilah aku sedikit rasa yang bisa ku tuntun,
sebagai jalan damai syair terlantun,
rinduku pada jiwa penuh kasih,
memberi rasa nyaman tiada perih,
membelai indah penuh cinta tanpa letih,
,,,dan aku yang terdiam tanpa berucap lirih,
ijinkan ku gapai tepian hati dalam ketulusan kasih.
Coretan Tanpa Judul 25
Rabu, 18 Juli 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.23
Lupakan,,,,
bila kisah itu pernah ku tulis saat senja beranjak malam,
saat keluh kesah tak pernah padam,
ku berteriak dan berontak,
namun gelap itu seolah menertawakanku,
kemudian aku bersandar pada dinding waktu,
berjalan tertatih lewati kecamuk rasa yang kian menghimpit,
bahkan sempat ku terjatuh hingga terluka,
begitu sakit,,,sungguh ku rasakan pedihnya,,
darahnya pun menetes disepanjang perjalanan.
tapi kau jangan risaukan itu,,,,,
aku tetaplah aku,
kan ku kecup pahitnya kisah itu,
dengan ciuman termanis yang telah ku lumuri madu.
bila kisah itu pernah ku tulis saat senja beranjak malam,
saat keluh kesah tak pernah padam,
ku berteriak dan berontak,
namun gelap itu seolah menertawakanku,
kemudian aku bersandar pada dinding waktu,
berjalan tertatih lewati kecamuk rasa yang kian menghimpit,
bahkan sempat ku terjatuh hingga terluka,
begitu sakit,,,sungguh ku rasakan pedihnya,,
darahnya pun menetes disepanjang perjalanan.
tapi kau jangan risaukan itu,,,,,
aku tetaplah aku,
kan ku kecup pahitnya kisah itu,
dengan ciuman termanis yang telah ku lumuri madu.
Bahasa Kalbu
Senin, 28 Mei 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 21.04
Diamku adalah bahasa hatiku untukmu,
diamku adalah memiliki makna terdalam yang tak dapat terucapkan dengan kata-kata,
diamku adalah nyanyian sunyi dalam kesepianku,
diamku adalah bahasa kalbu yang membuatmu bingung,
diamku akan mengantarmu tuk datang membawa tanya untukku,
diamku,,,,,,maknai saja dari hatimu,
karena diamku adalah wujud nyata jenuhku,
karena aku enggan tuk menyapamu kembali,
diamku adalah rasa kecewaku padamu,
itulah alasannya kenapa aku harus tetap diam.
diamku adalah memiliki makna terdalam yang tak dapat terucapkan dengan kata-kata,
diamku adalah nyanyian sunyi dalam kesepianku,
diamku adalah bahasa kalbu yang membuatmu bingung,
diamku akan mengantarmu tuk datang membawa tanya untukku,
diamku,,,,,,maknai saja dari hatimu,
karena diamku adalah wujud nyata jenuhku,
karena aku enggan tuk menyapamu kembali,
diamku adalah rasa kecewaku padamu,
itulah alasannya kenapa aku harus tetap diam.
Aksara Hatiku
Kamis, 24 Mei 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.10
Telah ku goreskan ribuan kata di atas kanvas jiwa,
telah ku urai banyak tangis di beranda malam,
telah ku paparkan semua keresahan lewat sang bayu,
ku hembuskan nafas pengharapan kesetiap sudut di hatimu,
Namun laju perjalanan kisah itu menuai perih,
memberi luka di jantung jiwa tiada berkesudahan,
jangan tanya lagi mengapa,,,,,
karena jawabnya adalah tiada,,,
semua itu adalah diriku dan hanya aku yang mampu pahami,
Mengertilah,,,,,,
karena kini aku benar-benar lelah,
ingin istirahatkan jiwaku dipangkuan senja nan merona,
ingin nikmati indahnya sunset di ufuk barat,
di antara debur ombak ditepian pantai kerinduanku,
hanya aku,,, dan hanya aku sendiri,,
Tanya Tanpa Jawab
Jumat, 18 Mei 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 21.51
Jalang,,,,
Kau bentangkan aza ku di antara mega yang menghitam,
kau bisikan sekelumit kisah dalam paparan yang telah usang,
kau beri aku tanya yang membuat emosiku kian bertahta,
sudahlah,,hentikan,,
segala kisah yang kau ungkap tanpa kesan,
aku jenuh,,
aku lelah memberi arti
pada derasnya aliran darahku yang mulai menggumpal,
pada bentuk dalam ucapan yang tak lagi datar,
Jalang,,,
lihatlah kesekeliling,
ribuan mata menatap penuh keresahan,
penuh rasa yang sesungguhnya ingin di ungkapkan,
namun ragu menderanya tanpa jawaban yang bermakna.
Kisahku.Part 2
Kamis, 10 Mei 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.35
Ketika gemuruh rasa menghentak sukma,
ku terpaku, diam dan membisu,
sepertinya darahku pun telah jadi beku,
tiada canda dan tawa menyertai,
aku lemah dibelantara malam yang sungguh sunyi,
mengingatmu bagai menyusuri lautan yang tiada bertepi,
lelah menuai mimpi yang tiada pasti,
aku terjebak dalam belenggu rasa penuh illusi,
layakkah ku berharap atas cinta yang tak lagi memanggil,
pantaskah ku genggam segala janji,
karena semua telah hangus terbakar amarah,
karena semua telah lenyap dari pandangan,
aku hanya serpihan usang tiada arti,
mencoba sentuh cinta dalam kemurniannya,
meski lelah menderaku dalam perjalanan,
semua hanya karena rasa yang kumiliki,
tak pernah memilih kemana aku harus pergi,
bila suatu saat nanti dapat ku raih,
kan ku genggam dan ku letakkan didada,
kan ku semayamkan di jantung jiwa,
agar kau tahu putihnya cinta yang ku miliki hanya kepadamu.
Kisahku. Part 1
Rabu, 09 Mei 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 04.38
Di hari ini ku awali kembali menulis lembar demi lembar kisah usang,
sebuah rasa yang nyaris binasa dalam penantian,
aku tak pernah takut dengan apa yang kurasa,
aku pun tak pernah merasa hina tuk ungkapkan segala isi yang tersemat di jiwa,
walau terkadang sulit dicerna oleh akal sehat,
bahwa mimpi telah memberiku luka dalam sebuah harapan,
nyata bintang itu bersinar di malam hari,
dapat ku lihat terangnya begitu indah,
namun terlalu jauh tuk ku genggam dengan kedua tanganku,
dan aku hanya mampu bersandar pada sang malam,
karena dari kegelapan itulah tampak jelas kulihat dirimu,
langkahku kian datar,
walau penat dalam kepala yang tak lagi ingin menyimpan kenangan itu,
hanya desir lembut sang bayu sesekali membasuh wajahku,
menyeka keringat yang ada di keningku,
walau sesungguhnya ada tetes yang tersamarkan dibalik lentik kedua kelopak mata,
namun aku memiliki hati sekokoh karang,
setegap gunung yang menjulang,
walau kadang ku harus bersimpuh dikaki senja,
meratap pada deru ombak dilautan,
agar senantiasa menyapaku walau hanya lewat senandung tanpa irama,
tapi ku tahu kau selalu ada,
di belakangku, di depanku, di samping ku,
bahkan dimanapun kaki ku berpijak,
masih terngiang suaramu ditelinga,
bisikan rindu penuh cinta tercurah begitu dalam,
masih segar dalam ingatan,
cumbu rayu memujaku bagai bidadari cinta,
dan semua itu ternyata kosong,
Jiwaku Menangis
Jumat, 20 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.37Dapatkah kau rasakan dari dalam jiwa,
perihnya rasa yang teluka karena dusta,
dapatkah kau biarkan aku hidup tanpa derita,
bernyanyi merdu lantunkan tembang-tembang cinta,
sayang,,,,,
berilah aku satu jawaban,,,
berilah aku satu arti untuk kata demi kata yang telah terucap,
sayang,,,,
aku lah boneka terindah dalam hidupmu,
mainan masa kecil yang paling disukai,
tapi kini aku telah usang,,,sayang,,,
pedihnya kau buang dan kau lempar tanpa belas kasihan,
tapi aku takkan menangis,,,sayang,,
karena airmata ini telah kering,
terkikis oleh ribuan derita karenamu,
tersiksa batin dalam pengharapan yang telah kau ingkari.
Celotehku
Rabu, 18 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.49Wahai malam,,,wahai dunia kegelapan,,
wahai iblis-iblis,,wahai kalian para dedemit,,,
para setan penghuni kubur,,
dengarlah senandungku merdu mendayu,
nyanyikan lagu kematian bernada haru,
tembang jiwa yang terluka penuh derita,
ku ungkap rasa dikesunyian malam,
menatap berbagai penomena dalam kehidupan,
pekat,,hitam,,kelam tanpa cahaya,,
dan aku tiada pernah bersembunyi darimu,
meski langit kan runtuh dan menimpaku hingga remuk,
aku takkan gentar,,,
meski seribu satu tusukan bersarang di jantungku,
karena aku akan tetap hidup dalam duniamu,
tunggu aku digerbang itu,,
dimana darah ini kan memberi warna disetiap lekuk tubuhmu,
jangan sampai kau tak datang,,sayang,,
karena bait-bait kematian itu
akan selalu ku dendangkan dengan lirih disepanjang waktu,,
Coretan Tanpa Judul 24
Sabtu, 14 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.57Rinduku pada belaian malam yang menghapus jejak itu,
tak lagi ku lihat walau hanya bayangan,
sepertinya memang benar-benar telah tiada,
hanya mampu rasakan sepoi sang bayu mengelus tubuhku,
di hamparan itu kubaringkan raga,
mencoba menatap langit malam berhiaskan bintang-bintang,
sambil ku bayangkan sebuah kisah dimasa lalu,
seketika darahku berdesir,,jantungku berdetak hebat,,
segala rasa seperti bermuara di ubun-ubun,
menyuarakan segala emosi di jiwa,
tapi aku tetap mencoba bersenandung lirih,
meski deras gelombang menerpaku tiada henti,
ku ayun langkah gemulai,,
meski kerikil itu lukai telapak kaki,
kau beri aku rasa yang tak aku pahami,
kau beri mimpi dalam tidurku yang tak lelap lagi,
karena semua itu mencoba membuatku terjatuh dalam nestapa,
percayalah,,,,
aku masih tetap berdiri tegak menantang langit,,,
Cinta Disepanjang Musim
Kamis, 12 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.01Di sepanjang musim ku tebar benih cinta di hatimu,
ku biarkan tumbuh subur di antara tawa dan airmata,
kau bagaikan irama yang terlantun lirih di sepanjang waktu,
Ku lewati ladang tempat dimana kau baringkan segala rasa,
terlihat begitu indah karena hadirmu memberi warna,
sejukkan jiwa dikala siang dan malamku yang sunyi.
Ku hias jendela hati dengan segala perhatian dan ketulusan,
ku nyanyikan tembang syahdu penuh rindu,
dikala raga kita terpisahkan jarak dan waktu,
Kau telah menebar semangat di sanubari,
pesona cintamu menjadi cahaya penerang di hidupku,
jangan biarkan gelombang prahara memisahkan jalinan kisah antara kita.
Telah Ku Kubur Duniaku
Senin, 09 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.32Lantang suara terdengar memecah di keheningan,
di bawah lentera digelapnya malam ku senandungkan lagu rindu,
mencumbu rasa haru pada indahnya kata-kata,
bertahta dan bermahkotakan intan permata,
Silau,,,duniaku silau,,,,
merapatkan diri pada sebuah pilihan hati,
nyanyian jiwaku pun muncul dari luka yang berdarah,
mencoba larutkan segala aza pada penggalan-penggalan kisah itu,
Suluh itu telah memberiku pancaran sinar keindahan,
takjub dan terbuai oleh dunia yang kini telah aku tinggalkan,
semua itu telah ku lebur dalam bejana kisah dimasa yang lalu,
dan tak ingin terungkap kembali pada selang waktu tanpa batas.
Coretan Tanpa Judul 23
Jumat, 06 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.07Adalah ketika aku menitikkan airmata,
adalah ketika hatimu mulai beranjak menuju arah yang lain,
mencoba mengerti ketika kamu berkata,,AKU LUPA,,
tapi ingatlah,,,
bahwa ketika aku harus melepasmu dari pelukan,
duniaku tidak akan pernah ikut mati,
poros itu akan selalu berputar
mengikuti gerak langkah sang waktu,
Ijinkan aku mencium jari jemari lentik itu
yang telah memutuskan tali pengikat jiwaku dengan jiwamu,
ijinkan aku mencium bibirmu,,
bibir yang telah berdusta dan bersembunyi dibalik rahasia hati,
Katakanlah pada semesta,
bahwa aku telah binasa,
lebur dan terinjak dibawah kaki sang pemuja cinta,
tutuplah mataku dengan segala tipu daya,
lumuri tubuhku dengan tetesan darah
dari goresan lukaku di masa yang lalu,
tapi aku hanya mencintaimu,,,,,
meski aku harus bisikan selamat tinggal berulang kali padamu.
Coretan Tanpa Judul 22
Senin, 02 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.48Meski gelap itu membuatku seakan buta,
namun aku tidak pernah membutakan mata hatiku,
untuk sejenak memandangmu dari balik jendela kalbu,
adakah rasa yang kau semai itu adalah rindu,
ataukah asa yang kau cumbu bagai angin lalu,
Semilirnya tak lagi sejukkan jiwa,
hembusan nafas yang mulai panas kian membakar di dalam dada,
itukah hasrat yang kau pendam sejak dahulu,
kala manis madu asmara kau berikan tanpa ragu,
kala indah bunga cinta kau sematkan di jantung jiwa.
Ku biarkan saja semua itu menjadi bayangan di kala senja,
merobek dan menelanjangi sisi-sisi ruang dalam hati,
yang tak lagi memberi arah pada sepenggal kalimat yang tak pasti,
datar tanpa nyawa dalam setiap ucap yang di suguhkan.
Coretan Tanpa Judul 21
Minggu, 01 April 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 09.19Desah nafas malam hadirkan keresahan yang dalam,
semilirnya membelai dalam keheningan,
ku terbuai meski akhirnya membuatku terhempas,
dalam ruang hampa tanpa cahaya.
Ku susuri setiap lekuk kehidupan,
ayunkan langkah pasti menuju esok penuh harapan,
namun kerasnya bebatuan kerap kali mebuatku terluka,
tanpa alas kasih ku terjebak dalam kegelapan.
Mencoba bangkitkan kembali asa dalam jiwa,
menopang lemahnya raga tanpa daya,
terhalang dinding keangkuhan tegap menjulang,
hingga membuatku nyaris hilang akal.
Cinta Yang Terhianati
Jumat, 30 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 09.03Ku biarkan kau mengikatku,
tanpa ku mampu lepaskan diri dari segala belenggu,
hanya ada kecewa,,,
hanya luka yang tergores indah di atas kanvas jiwa,
berbingkai derita, berhiaskan duka lara,
Aku hidup bagaikan telah mati,
terselip kisah cintaku yang telah terhianati,
pujaan hati manjakan aku dengan keresahan abadi,
sentuhan tangan keji perkasanya seorang lelaki,
menghapus segala jejak damainya kehidupan,
Aku terluka,,,namun tak mampu teriakkan,
tanpa daya direjam kepalsuan berkalang noda,
tak lagi ku rasa kasihmu membelai jiwa,
penjarakan hatiku tanpa belas kasihan.
Senandungku Tak Lagi Seirama
Rabu, 28 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 23.20Aku adalah kepingan hati yang telah rapuh,
nyaris hancur ketika prahara menghujam sukma,
menusuk ke jantung jiwa hingga nyaris binasa,
Ku tengadahkan kepala saat gerimis membasahi raga,
langit seakan turut berduka,
menahan perih luka hati yang begitu dalam,
Lirih kata terucap dalam kalimat yang mulai acak,
tak mampu lagi ku rangkai bait-bait indah,
ketika goresanku lusuh direjam pilu penuh derita,
Semua itu menjadi senandung dalam nyanyian jiwa,
paparkan segala rasa penuh keluh kesah,
tentang cinta dalam perjalanannya yang semakin kelam.
Di antara Cinta Dan Kebodohanku
Senin, 26 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.36Ketika matahariku tak lagi pancarkan terangnya,
ibarat jiwa yang terlepas dari raga,
begitupun cinta yang telah tertanam,
kini telah membeku dan membuatku hampir mati,
Resah mengeja segala kata,
karena tiada rasa yang mampu kau pahami,
bahwasannya ada kesungguhan dalam jiwa tuk mencintai,
Namun kenapa,,,??
kau larutkan segala rasa dalam derita,
kau hancurkan segala harapan yang telah tersampaikan,
Semua hanya karena segala kebodohan yang ku punya,
tak mampu memberi rasa terindah pada sang malam,
tak mampu memberi pesona yang mampu taklukkan rasa,
Biarkan semuanya kini berlalu,
membentang jarak dalam ruang dan waktu,
tak lagi mampu ku kejar bayangmu,
karena sosok dalam nyataku,
telah menungguku di sudut kota itu.
ibarat jiwa yang terlepas dari raga,
begitupun cinta yang telah tertanam,
kini telah membeku dan membuatku hampir mati,
Resah mengeja segala kata,
karena tiada rasa yang mampu kau pahami,
bahwasannya ada kesungguhan dalam jiwa tuk mencintai,
Namun kenapa,,,??
kau larutkan segala rasa dalam derita,
kau hancurkan segala harapan yang telah tersampaikan,
Semua hanya karena segala kebodohan yang ku punya,
tak mampu memberi rasa terindah pada sang malam,
tak mampu memberi pesona yang mampu taklukkan rasa,
Biarkan semuanya kini berlalu,
membentang jarak dalam ruang dan waktu,
tak lagi mampu ku kejar bayangmu,
karena sosok dalam nyataku,
telah menungguku di sudut kota itu.
Biarkan Aku Ungkapkan Rasa
Kamis, 22 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.43Gerimis itu kini menjadi hujan yang teramat deras,
keresahan telah memelukku dalam kehidupan,
galau hati ingin teriakkan pada semesta ,
berjuta pilu yang masih terselip tanpa mampu lepaskan,
Biarkan ku tetap gapai asaku,
biarkanlah ku tetap hidup tanpa belenggu,
biarkanlah hatiku tetap dalam pelukan kasih setiamu,
Semerah darahku yang telah ku teteskan,
untuk sebuah pengorbanan nyata yang ku berikan,
Jangan menjauh,,mendekatlah,,,
lihatlah luka ini semakin menganga,
tergores oleh tajamnya ujung lidahmu,
tak berdaya di rejam dusta dan kepalsuan,
cukupkanlah,,,karena duniaku telah semakin buram.
Dalam Doaku
Selasa, 20 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 09.04Kala mata hatiku telah buta,
tuntunlah aku menuju jalan yang terang,
agar kurasa setuhan lembutMU membelai jiwa,
Lewat mantra suci ku ucap doa,
di pangkuanMU ku serahkan jiwa raga,
wangi bunga dan kepulan asap dupa,
menjadi sarana untukku persembahkan yadnya,
Cintai aku dengan kasih suci semesta,
agar kelak ku dapat meluruskan segala laku,
bergumul dalam dimensi waktu,
mencari kemurnian dan pembenaran atas prilaku.
tuntunlah aku menuju jalan yang terang,
agar kurasa setuhan lembutMU membelai jiwa,
Lewat mantra suci ku ucap doa,
di pangkuanMU ku serahkan jiwa raga,
wangi bunga dan kepulan asap dupa,
menjadi sarana untukku persembahkan yadnya,
Cintai aku dengan kasih suci semesta,
agar kelak ku dapat meluruskan segala laku,
bergumul dalam dimensi waktu,
mencari kemurnian dan pembenaran atas prilaku.
Mengertilah
Senin, 19 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.47Denting dawai rindu mengalun sendu,
seiring ketukan lambat di jantungku,
seolah ingin berhenti berdetak,
semua karena sayap-sayapku kini telah patah,
direjam derita yang tiada berkesudahan,
ku mencoba tuk bercerita,,
ku mencoba tuk bicara,,
ku mencoba tuk ungkapkan,
ku mencoba tuk sentuh hatimu,
Cinta,,,
semua ini bukan karena inginku,
tapi semua karena segala keterbatasanku,
Mengertilah,,,,,,,,,,,
Terbelenggu Sepi
Minggu, 18 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.43Lenteraku kini telah padam,
aku terjebak dalam kegelapan,
hanya samar ku dengar bisikan,
tentang cinta, rindu dan sebuah penantian,
Aku menangis dalam pelukan malam,
jiwa tertatih, lemah tanpa daya,
Aku memuja di kala mata hatimu telah buta,
aku berharap di kala jiwamu telah mati rasa,
Diheningnya suasana ku larutkan aza,
entah kini dan nanti segalanya kan kembali indah,
tak mampu goyahkan,
segala belenggu yang membentang di hadapan,
lidahku kelu di hujam ribuan kata,
dan aku hanya mampu diam,,dan hanya diam,,
Jiwa Yang Terkoyak
Sabtu, 17 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.16Ku rasakan ada yang mengalir di ujung netra,
khiasan bening sebagai tanda pelipur lara,
luapan rasa atas jiwa yang telah terkoyak,
Kini hatiku telah binasa,,,
terbunuh sepi di belantara malam yang sungguh sunyi,
tanpa bias cahaya menyinari,
terkapar,,terluka,,penuh nanah dan darah,
Ku biarkan diri di rejam derita,
hingga memudar segala rasa dalam jiwa,
buram wajah hariku yang mulai terlihat pucat,
nyaris hilang hasrat ku tuk mencinta.
Pesan Rinduku
Jumat, 16 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.17Ku sampaikan sebuah pesan kepada malam,
lewat hembusan sang bayu ku bisikkan rindu,
untuk sebuah hati yang sedang muram,
terbelenggu sepi dalam penantiannya tanpa henti,
Ku nyanyikan sebuah lagu dalam sunyi,
tentang cinta yang telah lama terpatri,
tentang canda tawa yang penah mengiringi,
tentang jalan yang pernah ku telusuri,
bersamamu,,dan hanya bersamamu,,
Wahai jiwa tambatan hati,
mari kita pulang,,
merajut aza yang sempat tertunda,
genggamlah tanganku,,
jangan biarkan ku terjatuh dan sendiri,
lewati senja yang kini telah beranjak pergi.
lewat hembusan sang bayu ku bisikkan rindu,
untuk sebuah hati yang sedang muram,
terbelenggu sepi dalam penantiannya tanpa henti,
Ku nyanyikan sebuah lagu dalam sunyi,
tentang cinta yang telah lama terpatri,
tentang canda tawa yang penah mengiringi,
tentang jalan yang pernah ku telusuri,
bersamamu,,dan hanya bersamamu,,
Wahai jiwa tambatan hati,
mari kita pulang,,
merajut aza yang sempat tertunda,
genggamlah tanganku,,
jangan biarkan ku terjatuh dan sendiri,
lewati senja yang kini telah beranjak pergi.
Aku dan Sepenggal Cerita
Selasa, 13 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.00Aku,,bukanlah aku yang dulu pernah terjatuh,
berpegangan pada sebuah dahan yang kemudian patah,
Aku,,bukanlah aku yang dulu sempat tak sadarkan diri,
meneguk secawan racun yang kau suguhkan
kemudian terbangkan anganku kelangit biru,
Aku,,bukanlah aku yang dulu yang selalu bernyanyi merdu,
berdendang seirama kicau sang burung di pagi buta,
Tapi aku cukup melihatmu dengan mata hatiku,
dengan naluri cinta yang tertanam dalam jiwa,
Tapi aku cukup merabamu lewat sentuhan nurani,
menggapai kasihmu yang telah lama tertanam disanubari,
Dan aku hanya mencoba tuk yakinkan diri,
ikuti langkah kemana pun hati menunjuknya,
agar jejak kakiku pun dapat kau lihat dengan jelas,
Dan kau boleh ikut denganku,
dan kau boleh genggam tanganku,
Atau bila tiada kau inginkan,
kau pun boleh membunuhku dari hatimu.
Coretan Tanpa Judul 20
Rabu, 07 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.24Saatnya ku rebahkan rasa di pangkuan malam,
menata seribu mimpi dalam peraduan,
berharap ada rindu kan tersampaikan,
kepada ilalang yang terpakur di dataran kesunyian jiwa.
Ku coba melenggang di antara kerumunan yang samar,
entah itu kau ataukah dia yang sedang berdiri tanpa bicara,
karena pikiranku kian jauh menerawang,
menembus batas mega berselimut kegelapan.
Runtuh segala harapan dalam penantian,
terkubur bersama puing-puing kehancuran,
bagai debu tehempas sang bayu,
tak tau arah dan tujuan,
hanya mampu mengikuti jejak yang masih tertinggal.
Coretan Tanpa Judul 19
Sabtu, 03 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 22.40Kepada raga yang menyepi di suatu persinggahan,
ada ragu yang memburu di relung hati,
apakah iya malam itu begitu pekat,
apakah iya siang itu begitu benderang,
jawabnya adalah bertanyalah pada yang memberi arti,
jawabnya adalah bertanyalah pada dia yang memberi mimpi,
Bukan aku,,
bukan kepada apa yang telah aku paparkan,
karena aku telah buta dan tuli,
hingga hatiku hanya mampu meraba dalam kegelapan,
karena suaramu pun tiada mampu ku dengar,
aku meringis,,aku menangis,,
sembab di kedua kelopak mata yang tak lagi mampu terbuka,
namun bintang-bintang begitu riang tertawa lebar,
Apa ini,,,,,,
adakah yang pantas ku percaya,,,
sedang jabat tanganku tak lagi kau genggam,
kau pergi dan berlalu tanpa pesan,
membuat emosi tak lagi mampu ku tahan,
sungguh tiada rasa yang mampu kau beri harga yang sepantasnya.
Senandung Duka Lara
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.06Kasih,,,
dengarlah jeritanku tentang kegalauan hati,
dengarlah rintihan hati ini penuh luka,
dengarlah keluh kesah jiwa ini yang lara,
dengarlah hatiku bercerita tentang duka nestapa.
Tahukah engkau,,,,,,
ku selami samudra rindu dengan kasih,
ku sebrangi benua cinta penuh pengharapan,
ku daki gunung penuh keyakinan,
untuk dapat memadu janji berjuta bintang.
Bersamamu,,,
kuingin rajut benang-benang cinta,
kala pelukan sehangat pagi yang terang,
bersamamu,,,,
ingin ku rasa kehangatanmu dalam setiap tatapan,
menepis hari-hari yang penuh keresahan,
hingga membuatku lupa
akan segala derita yang ku punya.
Nyanyian Malam
Jumat, 02 Maret 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.10Menara itu berdiri kokoh dengan angkuhnya,
hempasan badai hanyalah hembusan tiada arti,
Nyanyian malam tiada mampu membuatnya tersentuh,
tegak menantang bagai karang di tengah lautan,
Langit pun gundah ingin menimpanya,
bumi merana ingin menguburnya,
samudra murka ingin tenggelamkannya,
keresahan siburung camar hinggap di puncak keangkuhan,
tiada mampu berdendang riang dalam pancaran sinar para bintang,
Lelah terpahat dalam nisan berlukiskan nama diri,
mencoba jalani di antara kebisuan nurani menyayat hati,
seolah enggan tuk beranjak pergi,
dari wahana malam yang kelam dan sunyi,
sang lara pun tertunduk lesu,
tiada kata dan hanya membisu,
hanya sesekali dedaunan menyapa lewat lambaiannya,
isyaratkan cinta dalam pengharapan yang tiada batas.
Coretan Tanpa Judul 18
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.49Ku langkahkan kaki di lembah kesunyian,
hanya ditemani temaram cahaya rembulan,
menelusuri jejak sekeping hati yang telah lama hilang,
ingin satukan kembali segala rasa dalam sebuah ikatan,
meski harapanku tuk menggenggamnya nyaris sirna,
pudar bersama kisah yang tak pernah sejalan,
kala fajar merekahkan hari,
ku tersadar segalanya menjadi tiada pasti,
manisnya janji seperti rasa yang tak dapat ku mengerti,
meratapi perih di jiwa hingga senja kembali merona,
menyambut sang kegelapan menjemputku dalam peraduan hati,
Adakah kata yang dapat kau pahami,
meski nyata tiada mampu ku menyulam kembali,
benang-benang cinta yang telah lama kusut,
hingga menjadi sebuah rajutan kasih selembut sutra,
namun segala upaya hanya menjadi sia-sia,
karena kau dan aku memang selalu berbeda arah.
Coretan Tanpa Judul 17
Selasa, 28 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.37Aku hanyalah debu yang berterbangan dihempas sang bayu,
menyepi dalam jelaga rindu meminang rasa tiada bertaut,
ku rengkuh dalam bait kata-kata mengalun sendu,
perih terasa di relung hati yang mulai kusut,
ku terhempas,,
tiada ku gapai dahan tempatku berlindung,
tiada ku cium aroma kasih dengan sentuhan kelembutannya,
hanya sesak dan pengap terasa di dada,
bukan aku yang tak ingin sentuh hatimu,
namun keyakinan ku tiada lagi mengikat jiwa,
karena cinta yang ku suguhkan tiada manis tercicipi olehmu,
sepenggal kisah kini menjadi sesuatu yang tiada bentuk,
lusuh tanpa rasa mengalir di sukma.
Ungkapan Sebuah Rasa
Minggu, 26 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.15Engkau lautanku,,,
kau tenggelamkan ku dalam kehampaan,
ku mencoba tuk berenang ketepian,
meski ombak mengulung jiwaku begitu dasyat,
kau lemahkan asaku kala inginku menggenggam bumi,
dimana langit yang akan jadi tudungku berhiaskan bintang-bintang,
Lelah jiwa dalam menyemai segala tatanan kehidupan,
dimana tempatku berpijak tuk mengais mimpi,
menggores rasa mencoba tuk gapai angan penuh illusi,
menebar cinta penuh misteri kesejatian diri,
Ku paparkan segala rasa dalam coretan usang yang tiada arti,
dan aku pun merasa lelah dengan wajah suram buku-buku,
yang akhirnya hanya mampu menyimak lewat tatapan kosong.
ragu tuk memberi rasa yang terdalam,
Dalam letih ku mencoba menemukan jalan keluar yang dapat dilalui,
nyayian rindukupun akhinya sampai ke lembah,
terpantul oleh gunung-gunung dan perbukitan,
namun tetap saja itu hanyalah bayang-bayang awan di antara pepohonan.
Dimana harus ku temui,,,,
segenggam rasa yang penuh simpati,
kekejaman kehidupan tanpa cinta dalam makna yang sesungguhnya,
bagaikan aku melihat iblis-iblis neraka yang sedang murka,
hingga mencoba memapahku kedalam keindahan duka nestapa.
Celotehku
Sabtu, 25 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.32Bukannya aku tak pahami,
tapi aku malas tuk mengerti,
karena kata-kata sudah melampoi batas yang mampu dimaknai,
karena aku sangat awam dengan gaya bicaramu,
aku tak butuh bahasa yang tidak aku mengerti,
aku tak butuh bait-bait yang katamu indah tapi membuatku pusing,
aku hanya mencoba bicara dengan polos,
berbicara dengan caraku sendiri,
seperti bayi dengan tangisnya yang baru lahir,
seperti lagu yang selalu kunyanyikan,
semua itu karena aku mengerti tentang apa isi didalamnya,.
Coretan Tanpa Judul 16
Jumat, 24 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 21.29Bila satu kata dapat memberimu sejuta makna,
maka kan ku goreskan ribuan kalimat untuk dapat kau pahami,
bila rasa yang kuberi bukan sekedar mimpi,
bukan sekedar janji sebagai pemanis dikala sepi,
Kesendirianku hanyalah sebuah perlambang semu,
mengikuti jejakmu seiring perputaran waktu tanpa ragu,
menggenggam tanganmu dalam ikatan yang samar,
aku terluka namun kau tiada merasakan,
ku selimuti segala kepedihan dengan senyuman,
Haruskah ku percaya pada sesuatu yang telah menyakiti,
sesuatu yang semakin membuatku tak berdaya,
sesuatu yang sering kali membuatku hilang kendali,
semua itu kau tanam dalam-dalam di ladang hatiku,
hingga tumbuh subur tanpa ku mampu mencegahnya.
Coretan Tanpa Judul 15
Rabu, 22 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 21.50Seribu bayangan menghampiri,
sesuatu yang hanya mampu dirasa,
tiada nyata mampu tuk dipahami,
tergoda hatiku meminangnya dalam perjalanan semu,
Langkahku tiada pernah pasti,
menggapai rasa yang tak ku mengerti,
badai pun kerap kali menghampiri,
hingga tak jarang langkah pun akhirnya terhenti,
Kelemahanku telah menjadikan ku kuat,
berharap perahu kan berlabuh di dermaga,
bersama cinta yang mengikatku dalam sebuah jalinan,
menggenggam janji tuk senantiasa mengasihi.
Coretan Tanpa Judul 14
Selasa, 21 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.36Buram wajah malam pancarkan keresahan yang dalam,
memeluk ragu penuh kegelisahan,
mencuat emosi di jiwa membuat kalut pecah di kepala,
dan ku biarkan sejenak bermain-main di antara kecewa,
ku rasakan betapa rendahnya pemahaman pada diri,
kata demi kata terlantun bagai tiada arti,
terpaparkan tanpa arah dan tujuan yang pasti,
Netraku mulai berkaca-kaca,
selaputnya mulai basah oleh gerimis,
luka penuh nanah dan darah yang tak terobati,
menyesali sesuatu yang tak seharusnya terjadi,
kau buka telingamu lebar-lebar,
namun kau sendiri tiada mampu mendengar segala ucap,
Bergejolak ribuan rasa bagai gemuruh halilintar siap menyambar,
mengurai berbagai opini yang menurutku sungguh tak layak,
kau adalah bukan aku yang kini mulai tak berdaya,
kau adalah bukan aku yang kini mulai mati rasa,
kau adalah bukan aku yang kini nyaris terlupakan,
kau memang bukan aku,,,,,
karena kau memang bukan yang sanggup tuk pahami aku,
karena kau adalah bukan karena aku yang sanggup membentuknya.
Coretan Tanpa Judul 13
Rabu, 15 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 22.03Beban kian menghimpit di dada,
bergemuruh rasa sungguh menyesakkan,
seakan nafas kehidupan kini telah terhenti,
tak pantaskkah selayaknya ku dapat berjalan,
lalui terjalnya jalan-jalan menuju arah yang kuinginkan,
Segenap kekuatan di diri telah aku kerahkan,
sejuta ide di kepalaku telah aku paparkan,
ucapku pun lantang nyaris pecahkan genderang,
tapi mengapa tak satu pun dapat membuatku berarti,
bahkan bumi dan lagit pun seolah tak perduli,
Bimbang merajai hati,
tak tahu lagi seperti apa jalan yang harus aku jejaki,
tanah yang dulu basah kini kering kerontang,
kian terasa panas menyengat kakiku yang tanpa alas,
kepada siapa dan di mana harus ku curahkan segalanya,
lidahku kelu nyaris tak mampu mengucap kata,
ungkapkan segala asa yang ada di hati,
hanya tangis lewat nyanyian jiwa yang akhirnya terlantun pasti.
Untukmu Cinta
Kamis, 09 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 04.10Kepada malam ku paparkan segala rasa,
tentang rindu dan sepi yang kian bertahta,
mengoyak segala lamunan tentangmu,
lewati hari tanpa hadir canda dan tawamu,
mengiringi segala langkah dalam perjalanan cinta,
terasa kalut dan hampa dalam ruang kalbu,
Ku coba tergar meski terasa perih di hati,
jiwa nelangsa meronta mencoba lepaskan belenggu,
tiada kata yang dapat mewakili galau yang tersemat di jiwa,
berharap kau pun turut mersakan,
meski tiada ku sentuh dirimu lewat kata-kata cinta,
Setulusnya kasih suci yang kumiliki untukmu,
setia ku jalani tanpa keluh kesah yang mendalam,
meski lelah ku terbuai oleh segala janjimu yang tak pasti,
namun kurelakan karena kasihku padamu sungguh luar biasa,
bilakah kau mampu selami isi hatiku,
dapatkah kau rungu segala deritaku,
menjerit hati terluka memanggilmu,
berharap dapat tersentuh nuranimu penuh cinta.
Coretan Tanpa Judul 12
Selasa, 07 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.35Hatiku tergelitik kala ku baca sepenggal aksara,
yang menelanjangi seluruh bagian dalam dirimu,
mencoba mengulas segala lakumu yang suram,
seakan telah putus urat saraf dalam tubuhmu,
hingga tak lagi kau peduli segala persepsi,
Bila ada kata yang pantas untuk ku beri,
maka akan aku panggil kau sang binal dikelam mimpi,
picik laku mu menebar janji-janji,
sungguh nista berlindung dibalik untaian kata cinta,
semua itu hanyalah topeng kepalsuan,
Dapatkah kau bercermin pada diri,
tak ada ketulusan yang akan dapat kau petik
dari cinta yang telah ternodai,
jangan pernah salahkan lidahku yang tak bertulang,
karena segalanya bersumber dari apa yang telah kau beri.
Celoteh Nista
Minggu, 05 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 19.54Bedebah kata terucap laknat,
tak rata mulut berujar bicara,
menghujat lontarkan makian,
terlukis raut wajah memerah,
terinjak kepala lekat di kaki,
mulut besar lebar menganga,
telan keangkuhan seribu kesombongan,
dengki meraja dan bertahta,
percikkan racun ketubuh-tubuh renta,
busungkan dada liar tatap menyapa,
tak ubahnya serigala siap terkam mangsanya,
jiwa kerdil merasa kokoh tiada banding,
celoteh nista kau anggap kidung penyejuk jiwa,
licik, culas, menjadi perisai tanpa tanding,
telan kotoran dalam kepala yang memang dungu.
Coretan Tanpa Judul 11
Sabtu, 04 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 04.29Kubentangkan sayap mencoba terbangkan segala asa,
meski jiwaku kian terhimpit di antara kemelut,
tak mampu hancurkan segala belenggu,
lelah meniti perjalanan tanpa ku mampu tegak berdiri,
merapatkan segala keluh kesah dalam dimensi waktu,
namun sesekali tak kuasa ku bendung emosi dalam dada,
laksana deru ombak di laut biru yang siap pecahkan karang,
membelah segala laku penuh angkara,
hancurkan,,hancurkan,,dan hancurkan,,
teriakku lantang hingga serak dan nafas pun tersengal,
sepertinya aku memang telah teramat lelah,
ingin rebahkankan segala rasa di pangkuan sang malam,
mencoba terlelap meski bising suara-suara terdengar oleh telinga,
tak ingin lagi tergoda oleh bisikan-bisikan,
segalanya takkan mampu membuatku terpesona,
percayalah,,,
karena semua itu hanya akan membuatku jadi binasa.
Coretan Tanpa Judul 10
Rabu, 01 Februari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.46Bila ada kata untuk sebuah rasa yang tak ku mengerti,
maka akan aku tuliskan di atas selembar kertas putih,
agar sepasang mata indahmu dapat melihatnya dengan jelas,
hingga kau dapat mengejanya tanpa terbata,
Meski ragu mendera jiwa,
namun ku beri kau satu ungkapan yang nyata,
bila rasa kecewa itu ada untuk dapat kau beri satu jawaban,
jujur tanpa rekayasa yang kau torehkan di dalamnya,
jangan coba berlindung di balik segala kemanisanmu yang seperti gula,
Aku resah meski kau hadir tanpa mengucap kata,
gelisah menatapmu meski tanpa kuharus membuka mata,
karena sorot mata hatiku dapat melihatnya dengan jelas,
tanpa ku harus paparkan dengan penuh penghayatan.
Coretan Tanpa Judul 9
Sabtu, 28 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.38Sebutir syairku telah hilang,
lenyap di antara kepingan-kepingan hati yang mulai binasa,
luruh bersama aliran darah di nadiku,
tertahan dan terbenam saat hasrat tiada terajut,
Bukan aku tiada memiliki rasa,
namun hati tiada mampu selami segala mimpi,
indahmu bukan segalanya yang patut ku puja,
karena cinta yang ku punya bukanlah sekedar kata,
Tak ingin ku larut dalam buaian asmara,
yang membuatku terlena dan mabuk kepayang,
bualan penuh tipu daya yang tak layak tuk rekatkan di hati,
karena cinta bukan semata tuk di kaji,
melainkan satu tindakan yang nyata dapat dimaknai.
Curahan Hatiku Untukmu Cinta
Jumat, 27 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 01.51Aku takkan pernah lari dari segala yang mendera,
walau hasratku telah mati,
terbunuh bersama harapan menggapai cintamu,
bila aku telah memberimu ribuan luka,
maka akan kutebus dengan mencintaimu sepenuh jiwa,
meski raga ini kan lebur oleh pertiwi,
Tak akan lagi kutangisi segala derita,
walau langit kan runtuh dan menimpaku hingga remuk,
jiwa ragaku ini adalah milik sang penguasa sejati,
bila suatu saat aku telah pergi menjemput batas kehidupan,
maka jangan ada lagi penyesalan di hati,
biarkan semuanya menjadi bagian atas cinta dan pengorbanannya,
Nyata memang hati ini tak mampu berpaling,
tapi segala rasa kan kubiarkan mengalir apa adanya,
hingga ku temukan satu jawaban pasti atas kesungguhan yang dimiliki,
bahwa tiada guna membiarkan hati merana karena ego semata,
terlukai jiwa hingga perih menghimpit tiada berkesudahan,
Kasih,,,
semua ini ku ungkapkan dengan pasti,
karena jiwa ragaku telah letih,
ingin istirahatkan sejenak tuk merajut mimpi,
agar nyata kebahagiaan itu dapat di raih,
bukan beralaskan kata yang semata hanya terukir di ujung lidah.
Senandung Cinta
Kamis, 26 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 11.57Belahan jiwaku,,,
dengarkanlah kidung sendu mengalun lembut,
lantunkan beribu keindahan lirik cinta,
berharap mampu sentuh hatimu dengan nyata,
tanpa ku harus menangis dan mengiba,
setulusnya kucurahkan segala rasa,
meski sumbang nada terdengar tak seirama.
dengarkanlah kidung sendu mengalun lembut,
lantunkan beribu keindahan lirik cinta,
berharap mampu sentuh hatimu dengan nyata,
tanpa ku harus menangis dan mengiba,
setulusnya kucurahkan segala rasa,
meski sumbang nada terdengar tak seirama.
Telah Ku Relakan 2
Rabu, 25 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 00.03Segala rasa berkecamuk di dada,
terpuruk dalam galau meminang harapan semu,
lelah memilih arah perjalanan menuju cintamu,
terpaut dalam janji yang tiada pasti,
silau akan gemerlap kepalsuan yang kau beri,
terhianati cintaku tanpa mampu berkelit,
Keresahan menghimpit sukma,
hadirmu bagaikan mimpi buruk dalam hidupku,
lukai jiwa hingga membuatku enggan tuk bangkit kembali,
percayalah cinta,,
telah kurelakan kepergianmu,
telah ku biarkan hati ini kau lukai,
karena cinta pasti kan membawamu kembali,
entah kini atau pun nanti,
ku yakin semuanya telah terltulis rapi di keningku,
Meski hati tak mampu ku ingkari,
pesonamu masih lekat dalam sanubari,
namun tak ingin ku lukai jiwa yang lain,
walau masih ada hasrat tuk gapai segala indahmu kembali,
walau masih ada inginku tuk genggam tanganmu penuh cinta,
tapi sudahlah,,pergilah,,menjauhlah dari mimpi dan nyataku.
Coretan Tanpa Judul 8
Selasa, 24 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.00Temani aku cinta,,,
temani aku lewati senggang waktu di penghujung senja,
hingga malam datang menjemput hari,
lelapkan kita dalam peraduan berselimut mimpi,
Mari berbincang,,,
meregangkan saraf kita dari segala belenggu alam pikir,
membaca segala bentuk perjalanan kisah yang telah terbina,
hingga percaya itu ada dan tersemat di jiwa,
Luangkan lah waktumu sejenak,,,
hanya sekedar nikmati secangkir anggur penghangat tubuh,
agar keharmonisan senantiasa tercipta dan terjaga,
tak perlu ragu tuk ungkapkan rasa,
karena kita adalah senyawa yang hidup penuh cinta.
Keindahan Pesona Cinta
Sabtu, 21 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.38Ku lukis indahnya wajah pagi di atas dedaunan,
pancaran sinar sang fajar hangatkan jiwa,
ku nikmati dalam suasana sendu,
diiringi syahdu tembang jiwa mengalun lembut,
kusapa dirimu penuh cinta mengalir di sukma.
Di antara rasa yang kian menggebu,
ku paparkan pesona cinta yang luar biasa,
anugerah terindah dalam kehidupan yang sungguh nyata,
hingga tiada sepenuhnya ku mampu ungkapkan lewat kata,
kubiarkan belaian lembutnya menyentuh kalbu,
kurasakan begitu dalam pancaran sinar kasihnya.
Kala ku larut dalam suasana,
seraut wajah hadirkan rindu di relung hatiku,
menyentuh sisi-sisi ruang dalam kalbu,
ingin membawamu dalam naungan keabadian cinta yang sejati,
dan rengkuh segala hasrat tuk dapat selalu bersama.
Sepenggal Kisah
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.46Berawal dari kisah antara kau dan aku,
banyak cerita yang telah terbuang dari penggalan kisah itu,
ku sapa kau pangeran terkasih yang selalu menemaniku,
penuh cinta dalam kedamaian yang abadi,
sekilas aku rasa tak mampu menyandingmu,
hingga ketika malam itu kau ucapkan berjuta kata cinta untukku,
dan sang bayu pun turut hembuskan kerinduanmu padaku,
Waktu pun mulai berlalu dalam putarannya,
meninggalkan detik demi detik kisah nan indah itu,
hingga terhentilah aku pada persimpangan yang kau cipta,
aku bergumul dalam kemelut yg menghimpit jiwa,
tetes air mata pun tumpah ruah dalam peraduan,
malampun jadi saksi karamnya kisah penuh kasih,
seolah tak mampu meredam segala rasa yang berkecamuk,
menembus batas titian perjalanan kisah semu.
Nyanyian Malam
Jumat, 20 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.40Menara itu berdiri kokoh dengan angkuhnya,
hempasan badai hanyalah hembusan tiada arti,
nyanyian malam tiada mampu membuatnya tersentuh,
tegak menantang bagai karang di tengah lautan,
Langit pun gundah ingin menimpanya,
bumi merana ingin menguburnya,
samudra murka ingin tenggelamkannya,
keresahan si burung camar hinggap di puncak keangkuhan,
tiada mampu berdendang riang dalam pancaran sinar para bintang,
Lelah terpahat dalam nisan berlukiskan nama diri,
mencoba jalani di antara kebisuan nurani menyayat hati,
seolah enggan tuk beranjak pergi,
dari wahana malam yang kelam dan sunyi,
sang lara pun tertunduk lesu,,tiada kata dan hanya membisu,
hanya sesekali dedaunan menyapa lewat lambaiannya,
isyaratkan cinta dalam pengharapan yang tiada batas.
Coretan Tanpa Judul 7
Senin, 16 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 19.06Ketika aku berbicara pada pohon-pohon,
gunung-gunung, lembah dan bukit,
ku temukan satu jawaban dari hati,
kediamanmu adalah pancaran kemuliaan yang selalu terjaga,
seperti halnya aku yang mencoba berbicara dengan caraku sendiri,
bukan karena dorongan dan bisikan malam,
bukan pula karena seseorang yang memohon dengan tangisnya,
tapi karena ini adalah jiwa dan ragaku sendiri,
karena hati yang telah menuntunku
dimana jalan-jalan mulai terlihat tak rata lagi,
namun tetap kurasakan ada mentari yang masih memberiku
sinar dan kehangatan,
tubuhku boleh kau gores,
jiwaku pun boleh kau lukai,
tapi sesungguhnya kau hanya akan melukai dirimu sendiri lebih dalam lagi,
tertawalah,,,sebelum senyummu habis termakan derita.
Coretan Tanpa Judul 6
Diposting oleh Ratu Zueliana di 04.25Berjalan tertatih bersama jiwa raga yang kian letih,
membakar diri diatas bara yang semakin panas,
tak berdaya dan rasa pun semakin tak menentu,
hanya mampu bungkam dalam diam,
galau merajam sukma ingin terlepas dari belenggu,
aku terjatuh hingga membuatku mati rasa,
kafan itu kini telah membalut tubuhku,
membungkus dan melindunginya dari dingin yang menusuk,
ku pasrahkan segalanya pada yang memberiku kehidupan,
nafas ini ku pinjam hanya untuk sesaat saja,
tolong biarkan diri ini saksikan fajar,
untuk satu dua tiga kali saja,
agar dapat kurasakan kehangatan itu menyentuh jiwa,
karena aku pun tidak ingin berlama-lama untuk tinggal.
Kemelut Hati
Minggu, 15 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.08Di ujung jalan itu kau meratap dan menangis,
tersirat kelam dalam jiwa-jiwa yang bengis,
ingin menikam dan melumatkannya dengan sadis,
jangan kau gundah dalam hati yang meringis,
bawalah cinta dalam balutan kasih dan cobalah mengais,
rasa yang terdalam dari diri seorang perfectionist.
Aku tiadakan menjerit dalam keresahan,
aku tiadakan meminta untuk selalu di tahan,
bila kau tiada rungu akan segala derita yang kuluapkan,
cukupkanlah jangan kau cela dan kau hinakan.
Biarlah mereka menganggapku tiada,
namun hatiku kan selalu tulus untuk mencinta,
menggenggam jiwa-jiwa lara dalam derita,
rasaku yang tiadakan pernah padam tuk melawan,
segala dengki dalam ruang batas ketidak adilan.
Coretan Tanpa Judul 5
Sabtu, 14 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.52Telah kau koyak rasa percayaku,
telah kau cabik sisi-sisi ruang di hatiku,
sudahlah,,akhiri segala tipu daya,,
kerena aku tak ingin lagi membaginya,
membagi dengan dia yang tidak pernah
menerima cahaya dari sebuah ketulusan,
Cintaku tidak mampu memberikan apa pun,
kecuali sesuatu yang hanya dapat tersentuh jiwa penuh kasih,
yang memiliki ribuan makna dari hanya sekedar mengucap kata,
namun aku tak ingin mengutuk hari-hariku,
kemudian bersembunyi dibalik ruang gelap,
Aku hanya ingin sesuatu yang dapat aku pahami,
sesuatu yang tak selalu menyudutkanku,
hingga membuat langkah ku terhenti,
karena semua belumlah usai untukku,
hingga kematian menjemput dan menyambutku
dengan senyuman.
Dalam Dekapan Cinta
Jumat, 13 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 04.09Di antara detak jantung yang kian berpacu,
di antara desah nafas yg kian memburu,
ku dengar nada-nada indah berbisik di telinga,
menggoda jiwaku tuk ungkap segala hasrat,
tentang cinta dan segala keindahan pesonanya,
Ku ayun langkah bersama harapan yang ada,
tepiskan ragu hancurkan belenggu,
merenda hari merajut mimpi dalam dekapan cinta,
merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan,
sesuatu yang sangat menyejukkan menyentuh kalbu,
Hening dan tenang kala malam datang selimuti hari,
kulantunkan lagu sendu bermandikan cahaya rembulan,
berharap kau pun dapat mendengar dan merasakan,
ada getar-getar cinta yang begitu kuat di hatiku,
ingin sentuh hatimu di antara rindu yang kian menggebu.
Jangan Kau Ambil Milikku
Rabu, 11 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.09Ketika hati mulai menimbang segala langkah,
aku terjerat dalam bimbang dan kegelisahan,
apakah aku masih sanggup kepakkan sayap-sayapku,
apakah pohon-pohon tempatku berteduh akan tumbang,
kala rayap-rayap menggerogoti akar yang semakin rapuh,
Percuma ku berdendang lirih,
tiada guna ku bernyanyi merdu,
bila kau selalu merubah irama dalam lagu,
membuatku semakin enggan tuk lantunkan tembang syahdu,
Hati mu yang tak lagi memiliki nurani,
dan kau memakan setiap potongan roti
yang ku buat dari tanganku sendiri,
jangan pernah kau ambil milikku,
jangan kau sia-siakan semua rasa percayaku padamu,
ku mohon jangan kau buat cinta ini berubah benci.
Telah Ku Relakan
Selasa, 10 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.36Mataku nanar menatap setiap lekuk lukisan malam,
ada sesak yang menyumbat pernafasan,
ada perih di hati yang tak mampu ku ungkapkan,
hanya mampu diam di antara riuhnya suara-suara,
Tak dapat ku ingkari semua rasa bersumber padamu,
banyak cerita telah terpaparkan dalam alurnya,
kau hanya mampu menyucikan dirimu dengan kata-kata,
tanpa mampu melihat bentuk di diri yang sesungguhnya,
kembali kau korbankan rasa yang telah lama ku jaga,
Biarlah sudah segalanya kini telah kurelakan,
karena masih ada fajar yang memberiku harapan,
kehangatan yang pasti akan ku rasa kala sinar terpancar,
memberi indah kala musim datang berganti,
hingga akhirnya damai hadir menyapa hari.
Gejolak Jiwa
Senin, 09 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.27Ku lihat dengan seksama wajah-wajah kusut
yang melintas dihadapan,
ada sesuatu yang dapat aku baca dari sorot mata itu,
mengisyaratkan kelam dalam jiwa yang rapuh,
meski sesekali mencoba sembunyi di balik senyuman,
Ada rindu penuh harap yang tak mampu kutepiskan,
kala hati mendekap hangat ingatan tentangmu,
memberi sedikit semangat dalam langkah,
meski keyakinan itu begitu tipis dan nyaris tiada,
Kesepian dan kegelisahan kerap kali melanda,
memporak-porandakan sebagian ruang di hati,
kesunyian yang akhirnya menyibak segala tabir kegelapan,
hingga membuatku kehilangan seluruh kendali di diri,
Ku tahu hanya jiwa kita yang pahami segalanya,
pertemuan yang kemudian ku akhiri dengan perpisahan,
karena tak ingin ada yang terluka,
bila hati kita masih bertaut dalam rasa,
ku yakin cinta dapat membuatmu merasakan,
ada getaran dalam dada yang belum sempat ku ungkapkan.
Ijinkan Hatiku Bicara
Minggu, 08 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 02.04Apa gerangan yang telah terjadi dengan diri ini,
sebagian kisah ku telah membuat luka pada jiwa yang lain,
memberi perih pada hati yang telah memberiku cinta,
aku yang telah mendusta,,,
aku yang tak pantas tuk bicara,,,
mengucap yang hanya membuat derita
pada ranting yang memang telah patah,
bila masih ada kesempatan untuk aku berbenah,
ingin rasanya ku sulam benang itu agar tiada kusut lagi,
kan ku sematkan warna-warna
yang membuatnya menjadi semakin indah,
hingga terpancar sebuah keyakinan di dalam cinta,
begitu pekat sebuah pandangan akan diri,
membuat ku seakan tak pantas lagi tuk ungkap kesungguhan,
nyata yang tak mampu lagi dipahami oleh hatimu,
satu hati telah meradang,,,
menelanjangi sisi-sisi ruang dalam kalbuku,
yang membuatku semakin merasa bersalah,
Duhai cinta,,,
lupakanlah segala yang telah menjadi duri dan melukai,
di esok hari masih ada harapan tuk kita meraih mimpi,
berbekal keteguhan tuk saling mengasihi,
agar cinta yg telah bersemayam di sanubari,
kian lekat dan takkan pernah terpisah meski badai menghampiri.
Keresahan Ku
Sabtu, 07 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.36Keluh kesah ku seakan tak ingin berhenti,
seperti malam yang selalu menghampiri,
seperti fajar yang selalu hadir menyapa hari,
begitu pun aku yang tak pernah luput dari cela dan noda,
emosi pun jadi tak terkendali,
kegetiran yang ku rasa kian menusuk hati,
bukannya ku tak ingin tuk mengerti,
tapi sepertinya jiwa ku telah lelah tuk memberi arti,
karena aku pun memiliki rasa ingin di pahami,
jika memang aku telah tak pantas tuk di cintai,
berilah aku celah tuk berlalu dari rasa yang kian menghimpit,
luka yang takkan mampu terobati hanya sekejap pandang,
namun paling tidak hati masih memiliki nurani
tuk mengucap sesuatu yang sepantasnya tuk diucap.
Harapan Di batas Penantian
Jumat, 06 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 18.28Betapa lemah jiwa ini,
saat kau tinggalkan rasa dalam kemelut hati,
hanya malam berteman sepi,
jari jemari pun akhirnya tergerak tuk menggores cerita,
tentang sang nestapa yang lara hati,
Risau berkecamuk dalam palung hati,
memendam rindu pada sang kekasih,
hingga tiada asa yg mampu tercurah,
aku resah dalam penantian yang sungguh melelahkan,
jiwa pun terpasung dalam kebencian,
Adakah kasih yang setia,
mendekap ku penuh ketulusan cinta,
tanpa harus menjerat ku kedalam duka lara,
kemanakah kan ku sandarkan jiwa raga,
hingga tiada lagi penat yang ku rasa,
adakah sebentuk cinta yang sejati,
tanpa harus memandang pesona dalam diri.
Kasih,,,,,,
ku masih disini menunggu sapa hangat mu,
tuk cairkan kebekuan dalam jiwa ini.
Coretan Tanpa Judul 4
Diposting oleh Ratu Zueliana di 16.10Mendekap rindu di ruang kalbu,
menggenggam asa dalam pelukan cinta,
larut aku dalam buaian kasih mu,
memecah segala ragu tepiskan lara,
Telah banyak ku paparkan segala kisah,
di antara pucuk-pucuk yang tumbuh subur,
di antara pohon-pohon yang akarnya semakin kuat,
ku siram dengan cinta kasih yang teramat dalam,
Jari jemari ku pun turut berbicara,
tentang rasa yang telah terpatri di relung ku,
tentang jiwa dalam penggembaraannya
di antara dentuman yang kadang membuat ku kalut,
Tak jarang emosi turut bertaut,
namun cinta laksana kesabaran yang tiada batas,
memberi ku kesejukan di kala panas menyentuh jiwa,
aku terpesona,,,berharap tiada kan terlena,,,
melihat keindahan dalam diri mu yang luar biasa.
di antara pohon-pohon yang akarnya semakin kuat,
ku siram dengan cinta kasih yang teramat dalam,
Jari jemari ku pun turut berbicara,
tentang rasa yang telah terpatri di relung ku,
tentang jiwa dalam penggembaraannya
di antara dentuman yang kadang membuat ku kalut,
Tak jarang emosi turut bertaut,
namun cinta laksana kesabaran yang tiada batas,
memberi ku kesejukan di kala panas menyentuh jiwa,
aku terpesona,,,berharap tiada kan terlena,,,
melihat keindahan dalam diri mu yang luar biasa.
Menggeliat Mimpi Dalam Angan-angan
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.05Menggeliat mimpi dalam angan-angan,
berjalan beriringan bersama para pendaki bukit-bukit,
lewati lembah penuh akar-akar pohon rindang,
melintang di antara jalan-jalan yang terjal penuh bebatuan,
langkah kaki kian gontai terseret sesekali jatuh terjerembab,
tapi ingin ku tiada surut meski tertatih hati dalam gerimis,
letih hinggapi raga namun jiwa tetap mencoba selalu bertahan,
menggapai asa yang tertunda di antara hijaunya daun-daun,
bumi menjadi tempat pijakan nyata,,,
bukan hayal atau ilusi,,,,,,
meski riuh gelombang maknai tepian rasa yang berbeda,
namun karang-karang kan tetap tegak dengan angkuhnya,
pasir pun berbisik lirih pada sang camar,
menggoda hati tuk alirkan rasa
lewat sentuhan kasih penuh ketulusan
di ujung penantian ku yang sungguh nyata.
Berlindung Di antara Lusuhnya Dinding-dinding
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.04Berlindung di antara lusuhnya dinding-dinding yang menjulang,
terhalang pandangan ku dari tatapan sang surya,
hanya sepoi sang bayu yang sesekali menyapa ramah penuh kesejukan,
nyanyian para ilalang turut semarakkan rasa di jiwa yang kalut,
lusuh nurani tiada bentuk remuk tercabik kegersangan,
ku lanjutkan perjalanan melewati batas senja yang kian buram,
lalui tepian danau yang sepi tak berpenghuni,
sekilas terlihat di kejauhan gubuk-gubuk usang dengan lampu-lampu tuanya yang bersinar redup,
menyambut sang malam yang gagah perkasa,
menyapa dengan pekatnya bersama ribuan bintang yang menjadi penghias bisu.
aku tertunduk lesu tanpa rona di ujung gelisah,
duduk merenung menatap daun-daun yang menari dengan gemulai,
seakan ingin menghibur ku dalam kesunyian rasa yang kian hampa,
tanpa mampu mengucap kata,
hanya kelopak yang senantiasa berkedip
hanya sekedar memberi isyarat pada langit malam yang kian kelam berselimut awan.
Warna Warni
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.02Warna warni bunga tertanam indah di taman hati,
menebar aroma semerbak bangkitkan jiwa tuk menyentuhnya,
hiasan hati dengan keaneka ragaman bentuk,
memberi kisah yang berbeda dalam alur cerita tanpa makna,
lukisan malam terlihat abstrak oleh netra yang berkabut tipis,
bisikan-bisikan di telinga sungguh mengusik pendengaran,
ingin menjauh dari jejak-jejak yang selalu mengikuti,
bayangan yang selalu memeluk ku dalam maya dan nyata ku,
hai,,,kau yang di sana,,,,,,,
ku sentuh hati mu lewat getaran di setiap ketukan di jantung ku,
ku sentuh jiwa mu lewat aliran tenang darah di nadi ku,
hingga dapat ku genggam lembut nurani mu,
mengertilah,,,,
jangan pernah korbankan apa pun untuk jiwa rapuh ku,
meski hanya dengan setetes keringat yang membasahi raga mu.
Sebuah Cerita
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.00Ku baca sebuah cerita tentang hal yang mendasar
bagi seorang wanita dalam batasan norma-norma,
sesuatu hal yang masih di anggap tabu bagi sebagian orang,
aku heran,,aku terpana,,aku terpesona,,
sosok luar biasa penuh kejujuran,
sosok yang tak pernah terjamah kemunafikan,
sosok yang senantiasa menjunjung tinggi sebuah kewajaran,
sebuah rasa yang mungkin tak mampu orang lain ungkapkan,
dialah realita yang sesungguhnya,,sungguh kau adalah beda,,
jika aku mampu seperti mu,,
ingin ku teriakkan pada dunia ku,
tentang segala yang ingin ku luapkan dalam jiwa ku.
Nyanyian Jiwa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.59Ku lantunkan nyanyian jiwa dalam temaramnya hati,
kabut tipis hiasi pandangan ku kala gelap tanpa cahaya,
kebisuan nurani kian larutkan asa penuh tanya,
apa yang tersirat kiranya tiada kau pahami,
haruskah ku uraikan kembali tentang makna kehidupan,
haruskah ku paparkan setiap goresan lusuh ku penuh cinta,
hingga kau benar-benar tahu,,,
inilah aku seorang wanita tanpa karisma,
sungguh aku lelah bagai diri tiada arti,
langkah demi langkah ku lalui penuh aral,
bukit-bukit terjal pun telah ku daki,
lembah-lembah ku lalui tanpa ku risau diri kan terjerembab,
apakah kini dapat kau rungu segala resah ku,,
bait demi bait ku gores penuh ketulusan dari hati,
jangan kau curi apa yang menjadi jati diri ini.
Terbunuh Sepi
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.58Terbunuh sepi di belantara malam,
netra terkatup,,angan melayang,,
menelusuri setiap pelosok imaji,
berkelana dalam ruang hampa tanpa suara,
alunan senandung rindu hentakkan kalbu,
rasa pun melayang dalam angan dibalik awan,
tersangkut rindu di atas ranting yang mulai mengering,
hingga nyaris patah terhempas sang bayu,
ku coba melenggang menuruni tebing-tebing,
berjalan di antara semak belukar yang mulai tak ramah,
kaki tersangkut akar tanpa mampu berkelit,
aku tejatuh dan mencoba bangkit kembali,
meski tergores luka penuh darah membanjiri.
Luka Hati
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.56Tetes darah yang mengalir
isyaratkan luka yang tergores begitu dalam,
cinta ku berujung petaka,
andaikan ilalang itu tahu dan pahami,
betapa cinta yang ku miliki penuh pengorbanan,
namun nyiur hanya mampu melambai,
dalam kebisuannya yang lemah gemulai,
ku coba abaikan segala rungu ku,
namun badai tak pernah berhenti menerjang,
penuh gejolak dan terus menghadang,
gelombang itu semakin mengikis kokohnya karang-karang,
pasir-pasir pun terbawa arus,,
terombang ambing meski arah telah ditentukan,
namun segalanya tiada lagi bersahabat,
jiwa penuh dengki itu hempaskan ku penuh luka.
Halusinasi
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.53Halusinasi menyambangi ku di antara lekuk-lekuk keresahan,
kecewa ku pudarkan rasa yang telah tersemat begitu dalam,
menjulang tebing-tebing kebencian,
sejajar alunan kegelisahan di ujung malam,
lena ku menyambut kebisuan tanpa suara.
rinai hujan kian menambah kebekuan jiwa,
menggigil raga larut dalam tangisan kalbu,
aku terluka di cumbu kepalsuan cinta penuh dendam,
jiwa membara merajam setiap nada kebencian.
aku lelah dibuai malam gelap gulita,
aku tersungkur di atas pertiwi bersimbah darah,
aku terkulai lemas di dermaga cinta tanpa kasih,
hanya debur ombak yang senantiasa bisikan rindu,
menyapa nurani yang mulai terasa mati.
Akulah Mahluk Terhina
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.53Akulah mahluk terhina,
akulah nestapa penuh noda,
akulah sang lara penuh dosa,
akulah jalang titisan para iblis,
akulah karang atas laut ku,
akulah langit atas bintang-bintang,
akulah semesta atas peradaban,
akulah bukit-bukit atas lembah,
aku bukan siapa-siapa,
aku antara fana dan nyata,
aku adalah khiasan dalam sebentuk kata-kata,
akulah jejak-jejak yang tertinggal,
tertutup debu dan akhirnya menghilang.
Mimpi
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.51Desir angin membelai raga,
menelusup kepori sejukkan jiwa,
terkatup netra terbuai mimpi indah,
melayang di antara awan membentuk bayangan.
terbawa arus badai impian,
terdampar diatas bukit dalam naungan senja,
gerimis membasuh wajah yang mulai kusut,
aku duduk menatap kabut selimuti lembah.
anganku kian melayang,
menuruni bukit lalui dataran hijau penuh bebatuan,
pepohonan berdiri kekar menantang langit,
daun-daun melambai menari dengan gemulai.
ku sadari langkah telah semakin jauh,
letih mulai hinggapi jiwa yang rapuh,
ku terjaga penuh tetes keringat membanjiri tubuh,
kiranya mimpi bertaut dalam peraduan,
raga lunglai terkapar terbuai asa kehidupan fana.
Kepedihan Melanda Jiwa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.50Gemericik riak air anak sungai mengalir,
searah sang surya menuju peraduan,
lewati lembah dan dusun-dusun yang sunyi,
basahi jiwa yang jauh terpisah dari gelak tawa,
bahagia terkikis oleh arus kesedihan.
bagai menabur pasir di tepi pantai,
rasa sia-sia ku bangun segala asa dalam cinta,
mencumbu bayangan yang hanya semu,
tersangkut di antara hayal dan mimpi,
terhimpit nurani tanpa mampu terjaga.
pesona kasih sejuta pesona,
membuat ku mabuk tanpa kendali diri,
rasa bahagia hanya khiasan tanpa makna,
guci-guci pun kini retak dan pecah,
jatuh ketanah tanpa mampu ku tahan,
jiwa dan raga ku lunglai dalam kesakitan.
Melukis Dalam Kata
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.48Kertas telah basah dan kuas pun tak dapat melukis kata,
tinta tumpah dan habis terbuang sia-sia,
sebagian aksara ku telah hilang dan musnah,
lalu apa yang hendak ku gores,
lukisan apa yang sanggup kucipta,,
kekosongan dalam benak membawa resah,
malam pun mencibir ku dalam renungan,
entah apa yang telah terjadi di sudut hati ku yang kian risau,
memahat rasa yang mulai gambarkan sepi,
sebentuk hati retak di antara dua busur yang menancap,
aku hanya bisa diam,,terpaku membisu,,,
dalam relung yang mulai remuk redam terhantam belenggu.
ku paparkan rasa dalam coretan kelabu di atas air mengalir,
terhapus jejak oleh arusnya yang dangkal,
menggulung mimpi tenggelamkan harapan,
di jejak-jejak langkah ku yang kini mulai samar.
Wajah Bahagia Ku
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.47Sejuk sepoi sang bayu menyentuh raga,
riak air sungai terlihat jernih mengalir,
ku basuh wajah bahagia ku penuh kedamaian,
nikmati seteguk harapan akan cinta yang nyata.
ranting-ranting seakan turut merasakan,
suka cita rasa tersemat dalam jiwa,
lambaian dedaunan turut menyambut ramah,
menari-nari di antara tebing-tebing impian.
duhai jiwa dalam naungan kasih,
aku datang mengetuk pintu hati mu,
memberi salam untuk kata demi kata yang tercurah,
dan atas pemberian satu makna yang begitu indah.
Kerinduan Di batas Senja
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.45Ku sentuh nurani penuh kerinduan,
penuh harap pada rindangnya dahan-dahan,
mengelilingi samudra tanpa batas impian,
menari mengikuti derasnya gelombang cinta.
ku pekikkan rasa pada langit di ujung senja,
kurentangkan sayap menyambut datangnya malam,
sang rembulan mulai pancarkan sinarnya,
menembus gumpalan awan-awan selimuti bintang.
lembah-lembah mulai terlihat sepi,
gunung-gunung berdiri tegap dengan angkuhnya,
hanya sang ilalang yang masih terjaga,
menari gemulai di hamparan yang gersang,
dan aku,,,dan hanya diriku,,,
bernyayi sendu di sudut malam,
berdiri diatas sejengkal tanah yang kerontang,
berharap keraguan tak lagi menyapa di biduk cinta,
hingga keyakinan pun mengikat jiwa dengan nyata.
Luapan Rasa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.42Di dasar telaga pembaringan sunyi,
ku lantunkan tembang jiwa paparkan aksara bisu,
mengeja bait demi bait desah nafas kasih,
bimbang bersatu dalam kerajaan cinta yang fana,
gema nada terpantul di dinding jiwa,
getarkan nurani alirkan risau dan keresahan yang dalam,
terperosok diparit-parit pengorbanan sebuah rasa,
tanpa ku pandang lusuh diri teraniaya.
kesadaran ku tak lagi membidik keyakinan,
antara jaga dan mimpi pun tiada beda,
membaur dalam kelam tersekap keindahan semu,
mencoba lepaskan namun kekuatan tak lagi ada,
tersimpan dalam relung tak mampu luapkan,
penantian panjang melemahkan ku di rumah kegelisahan.
Jiwa Terpasung Dalam Gelap
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.40Beranda jiwa kini mulai sepi,
dinding kalbu penuh goresan tanpa makna,
cinta merangkul kebisuan tersangkut kelu diujung lidah,
hanyal dan mimpi bergentayangan bagai iblis,
memasung jiwa dalam gelap di kelam malam.
ku coba sembunyi dalam bilik usang yang kian lusuh,
rapuh terkikis galau hempaskan jalinan terikat janji,
naungan kasih tiada lagi terkecap nyaman,
seruan jiwa begitu lantang pecahkan genderang,
hingga aku pun kian jadi tuli dalam kebisingan.
Desahan nafas kegembiraan tak lagi kurasa,
hanya detak jantung yang semakin melemah,
ketukannya kini mulai lambat dan nyaris terhenti,
kematian atas rasa menjemput ku dengan paksa,
tanpa mampu berkelit dari cengkraman duka lara.
Rapuh
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.38Tangis tertahan diperut bumi,
memacu luapan magma kegelisahan mengalir deras,
lewati lereng-lereng kasih yang mulai mati rasa,
membakar rumah cinta dan menjadikannya abu.
Langkah pun terhenti
kala baru sepenggal perjalanan terlewati,
tak mampu lagi berdiri karena jiwa begitu lemah,
tangan-tangan keyakinan sudah tiada kuat lagi
menggenggam erat,
tali pun telah putus hingga ikatan pun lepas,
ranting kering itu kini berserakan,
semakin rapuh tersengat panas,
dan kala hujan turun dia pun ikut basah.
Aku menggigil dalam kerontang di jiwa yang lara,
aku menangis kala sumber mata air telah mengering,
aku hanya mampu basuh wajah dengan keringat ku
sendiri,
tubuh ku pun begitu lusuh dan terlihat dekil,
harapan telah jauh tinggalkan masa,
hanya sekeping hati yang masih tersisa,
berharap bersatunya kembali cahaya,
dalam jalinan suci keabadian cinta.
Ketika Jalan-jalan Kebahagiaan Mulai Tertutup
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.37Ketika jalan-jalan kebahagiaan mulai tertutup,
kuatkan kaki-kaki mu tuk tetap selalu melangkah,
berdirilah tegap meski harapan telah terkikis waktu,
biarkan hasrat dan keinginan itu pun tetap ada,
karena harapan kan selalu menyertai dalam setiap doa.
Cinta kan menjadi penyelaras dalam maya dan nyata,
mutiara jiwa kan senantiasa pancarkan cahayanya,
walau debu-debu jalanan menyelimuti perut bumi,
tamamkan selalu rasa tuk selalu mengasihi,
hingga tercipta asri taman impian hati penuh bunga.
Aku rindu buaian rasa yang dulu,
singgah kemudian berpaling dan menghilang dari hadapan,
kelemahan ku telah menyeret ku kedalam derasnya arus
prahara di jiwa,
terombang-ambing dan terdampar di pulau cinta yang tak bertepi,
bukan aku yang salah,,tapi hati telah memilihnya,,
dan menjadikannya bagian atas malam yang sungguh kelam.
kuatkan kaki-kaki mu tuk tetap selalu melangkah,
berdirilah tegap meski harapan telah terkikis waktu,
biarkan hasrat dan keinginan itu pun tetap ada,
karena harapan kan selalu menyertai dalam setiap doa.
Cinta kan menjadi penyelaras dalam maya dan nyata,
mutiara jiwa kan senantiasa pancarkan cahayanya,
walau debu-debu jalanan menyelimuti perut bumi,
tamamkan selalu rasa tuk selalu mengasihi,
hingga tercipta asri taman impian hati penuh bunga.
Aku rindu buaian rasa yang dulu,
singgah kemudian berpaling dan menghilang dari hadapan,
kelemahan ku telah menyeret ku kedalam derasnya arus
prahara di jiwa,
terombang-ambing dan terdampar di pulau cinta yang tak bertepi,
bukan aku yang salah,,tapi hati telah memilihnya,,
dan menjadikannya bagian atas malam yang sungguh kelam.
Jati Diri Yang Terkoyak
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.35Kala ku berjalan pada nyata yang menelanjangi hari,
aku merasa begitu asing dalam peradaban,
waktu telah membunuh ku tanpa kesempatan,
mengoyak jati diri hingga menguliti sebagian jiwa,
kala malam menjelang,,,,,,,,,,,,
awan mengantongi bintang-bintang dan rembulan,
hingga tak satupun cahaya menyinari dalam gulita.
Bukit-bukit terlihat hanya bayangan dikejauhan,
menertawakan setiap celah hitam di dinding sukma,
aku terpaku di dataran sepi terikat bimbang,
sepoi sang bayu hanya hembusan tanpa makna,
tiada lagi kesejukan memeluk rasa di batas impian,
tak lagi berdaya dalam genggaman kegelisahan.
Ku goreskan kata demi kata mewakili malam,
menyanding segala kegelapan yang perkasa,
takkan terlewatkan hari ini dan untuk selamanya,
menggali kenangan di pikiran cinta yang telah lalu,
dan menguburnya di antara kebengisan zaman.
Rasa Dan Keinginan Yang Tak Sejalan
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.33Lengkung pelangi menggeliat di ujung senja,
meratapi malam yang mulai merayap menghampiri,
pesona langkah sang bidadari pun mulai terlihat samar,
tertutup kegelapan di pintu hati yang kian sunyi.
Sepotong awan mencumbu bayangannya,
menggulung mimpi-mimpi di malam kelam,
larutkan berbagai macam rasa di gelas-gelas cinta,
halilintar pun memotong hasrat menggenggam bintang.
gemuruh gelombang rasa getarkan dada,
meliuk nyiur ditepian pantai cinta dengan gemulai,
namun lekuknya tiada lagi seindah dulu,
pertautan cinta kian memburam tanpa sapa,
tiada tatapan seindah mentari pancarkan kehangatan,
Aku mulai lelah hingga tak lagi mampu mengeja kata,
wajah kusut karena sang hari selalu mencibir ku,
hina raga tersaput debu tanpa makna dan pesona,
membius jiwa tanpa akal dan kesadaran didiri.
Bila Esok Tiada
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.31Semburat rindu kian meracu dibibir malam,
angan mengembara di dataran kalbu,
sekilas senyuman menguap bersama awan,
gerimis alunan tembang jiwa tiada lagi kesejukan,
terapung diatas gelombang yang mulai surut.
Bumi telah memaksa ku menuju jalan-jalan
yang tak ku inginkan,
meski kicau burung dipagi hari bernyanyi merdu
namun kesunyian semakin merambah sukma,
hingga aku merasakan kematian itu telah begitu dekat,
menjemput ku dengan kemegahan kereta kencana nirwana.
Bila esok tiada lagi jantung ku berdetak,
bukan karena ku tak ingin hembuskan nafas di kedamaian,
namun hari telah membuat ku enggan tuk bersua,
dan tangan-tangan perkasa kegelapan
seolah tak ingin melepas ku dari cengramannya,
hanya kepasrahan dalam doa ku senandungkan,
semoga harapan dapat nyata ku miliki penuh kepastian.
Di antara Cinta Dan Dusta
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.29Renyah tawa terdengar memecah keheningan,
sapa canda semesta iringi gontai langkah sang malam,
luapan kegembiraan terasa begitu kuat disorot mata itu,
namun di salah satu sudut ruang hampa terlihat buram,
kusut dan lesu tanpa gairah mengikat sukma,
letih mencumbu bayangan di antara daun-daun kering
berguguran.
Tersedu pertiwi ratapi kerontang di jiwa yang tersesat,
melihan bayangan sang maut yang kian mendekat,
ketakutan terbaca dari segala ekspresi yang terpancar,
ku tutup netra dan coba rasakan yang telah terjadi,
belahan jiwa yang telah terenggut cinta di antara dua bintang.
Sirna sudah kebahagian dari penantian panjangku,
terampas oleh kepalsuan yang senantiasa membelenggu,
hingga tiada kurasa manis tercicipi walau hanya
diujung lidah.
jiwa nelangsa meminang janji-janji beralaskan dusta.
Masa Lalu
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.27Sebelumnya tak pernah ku hiraukan,
betapa kesabaran ku akhirnya telah meninggikan ego mu,
teriakanmu lantang tanpa akal mengumbar wacana,
memikat semesta turut dalam argument yang menyesatkan,
arogansi dalam jiwa yang kerdil telah merajai hati mu.
Ketahuilah bila hati ku tiada lagi terikat dengan hati mu,
biarlah bayang-bayang yang telah lalu terkubur di relung ku,
jangan pernah coba bangkitkan lagi hasrat dalam kalbu,
karena kematian atas rasa kini telah menjemput ku.
Mungkin hanya malam yang mampu pahami,
segala gundah yang terluapkan sungguh tiada arti,
tak perlu membuatku jadi membenci mu,
karena derita yang kau beri telah menandai kebekuan hati,
hingga semua itu akan membuat mu mengerti,
betapa cinta yang ku miliki
melebihi besarnya cinta yang menyanding mu kini.
Harapan Yang Semakin Pudar
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.24Menatap dengan seksama,
melihat bintang-bintang berkedip dibalik awan,
tak mampu ungkapkan perih,
tecekal keresahan mengiringi langkah sang waktu,
menuju perapian malam hangatkan tubuh yang kian menggigil,
beku terbalut rindu pada hari-hari yang telah terlewatkan,
Tunggal jiwa ku penuh kepedihan,
mengingat rumah ku seperti penjara,
rasa tak ingin aku kembali pada kediaman yang telah
membelenggu diri ketika hati ku dan hati mu menyatu,
tapi aku bukan kejahatan yang pantas kau cela,
bukan juga tawanan cinta yang pantas tuk diadili,
karena aku hanyalah sang lara dalam kesunyian,
Dalam kata-kata yang samar ku coba berbicara,
menyentuh hati mu agar kau dapat pahami,
bahwa kini dan nanti ada jalan
yang mungkin dapat kita lalui bersama lagi,
meski harapan kian tipis bahkan sepertinya tiada,
namun cinta kan menguatkan segalanya,
hanya keyakinan yang mampu tumbuhkan semangat,
jangan kau lemahkan asa yang kini mulai muncul kembali.
Kau Adalah Inspirasi Ku
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.18Ku nyanyikan lagu sebagai penghormatan
atas karyamu yang mengagumkan,
begitu hidup dalam barisan kata-kata,
yang selalu kunikmati disetiap waktu senggang ku,
indah mempesona penuh makna,
sebuah mahakarya yang kan selamanya terkenang,
Abstrak makna dalam rangkaian lusuh ku,
hanya mampu mengulas gundah
dengan hiasan sedikit senyuman tipis,
mengiringi perjalanan hari yang tak pernah teduh,
mencoba tegak layaknya karang,
namun segalanya memang butuh waktu,
tak semudah kepalkan tangan tuk meraih impian,
Kau adalah inspirasi yang tak pernah putus,
kaulah semesta penyemangat jiwa,
pemberi tuntunan di kala aksara ku mulai samar,
kau suluh dalam langkahku menuju cita,
kau adalah bintang,,,,,
kau adalah nyawa dalam setiap goresan,
kaulah panglima gagah perkasa dalam pergulatan pena.
Coretan Tanpa Judul 3
Diposting oleh Ratu Zueliana di 12.38Ku urai air mata lalui lembah angan,
tiupkan rasa pada keluh kesah jiwa yang terlunta,
di bibir rindu ku pinang cinta dalam dekapan mesra,
rajutan benang di atas helaian kasih selembut sutra,
menunjuk satu bintang tuk terangi pikiran malam.
rapuhnya batu-batu berserak ditepian jalan kenangan,
menabur benci penuh debu kotori kornea,
hingga terhalang jarak pandangku karena perihnya,
lelah ku basuh karena noda telah terlanjur lekat.
menggulung kisah bersama titik-titik keresahan,
rinai hujan pun tak lagi mampu sejukkan sukma,
terbakar belenggu dalam kobaran api asmara,
gersang di jiwa luka pun tergores begitu dalam.
Kerinduan
Diposting oleh Ratu Zueliana di 12.24
Menarilah engkau wahai ilalang,
agar terlihat lentik jemarimu melambai,
berhembuslah wahai sang bayu,
tiupkanlah kedamaian lewat hembusan nafasmu,
menyapa rindu dedaunan dan ranting-ranting kering,
dan wahai rinai hujan basuhlah pertiwiku,
dengan kelembutan kasih sucimu,
dalam harap dan penantianku akan cinta dikeabadian,
dan kau langitku adalah tudung dalam lara dan dukaku,
rangkullah aku hingga tiada lagi kuterhempas dari pelukmu.
agar terlihat lentik jemarimu melambai,
berhembuslah wahai sang bayu,
tiupkanlah kedamaian lewat hembusan nafasmu,
menyapa rindu dedaunan dan ranting-ranting kering,
dan wahai rinai hujan basuhlah pertiwiku,
dengan kelembutan kasih sucimu,
dalam harap dan penantianku akan cinta dikeabadian,
dan kau langitku adalah tudung dalam lara dan dukaku,
rangkullah aku hingga tiada lagi kuterhempas dari pelukmu.
Kedamaian Rasa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 12.20
Ruang indah dalam peraduanku,
berselimut cinta dan kasih,
terlihat celah kecil dalam sekat,
sebagai jalan tuk cahaya menelusup,
memberi kehangatan dalam kebekuan hati,
dinding yang berwarna putih kekuningan,
bunga-bunga terangkai dengan indah dalam pasnya,
gambaran kecil sang pecinta dalam tatap ruangnya,
arca-arca menghias di setiap sudut,
perlambang jiwa penuh pantasi dan imajinasi,
lantai pualam bersinar pancarkan keindahan,
lukisan dinding abstrak bagai tiada mampu tuk maknai,
lahir ku dalam kebisingan nurani,
menghempas rasa ingin nikmati sunyi,
dalam alunan melodi tembang jiwa,
mengalun indah laksana kidung surgawi.
berselimut cinta dan kasih,
terlihat celah kecil dalam sekat,
sebagai jalan tuk cahaya menelusup,
memberi kehangatan dalam kebekuan hati,
dinding yang berwarna putih kekuningan,
bunga-bunga terangkai dengan indah dalam pasnya,
gambaran kecil sang pecinta dalam tatap ruangnya,
arca-arca menghias di setiap sudut,
perlambang jiwa penuh pantasi dan imajinasi,
lantai pualam bersinar pancarkan keindahan,
lukisan dinding abstrak bagai tiada mampu tuk maknai,
lahir ku dalam kebisingan nurani,
menghempas rasa ingin nikmati sunyi,
dalam alunan melodi tembang jiwa,
mengalun indah laksana kidung surgawi.
Coretan Tanpa Judul 2
Diposting oleh Ratu Zueliana di 11.14
Mengukir kisah dilangit senja,
seiring debur ombak dipantai cinta,
mengikis gundah pecahkan keraguan,
terbawa arus gelombang kasih,
menuju pulau cinta harapan jiwa,
Aku terikat dalam jalinan asmara,
menuai rasa berjuta pesona,
terlintas pelangi diraut wajah sang kekasih,
memberi cahaya sinari hati,
hilangkan resah tepiskan lara,
tambatan hati yang ku puja tanpa henti,
Tiada lagi kulalui lembah kesunyian,
karena hadirmu sungguh berarti dihidupku,
memberi jawaban atas segala tanya dimimpiku,
sungguh kini segalanya nyata dirasa,
cintamu memberiku satu kekuatan,
tuk melangkah dijalan-jalan terjal kehidupan.
seiring debur ombak dipantai cinta,
mengikis gundah pecahkan keraguan,
terbawa arus gelombang kasih,
menuju pulau cinta harapan jiwa,
Aku terikat dalam jalinan asmara,
menuai rasa berjuta pesona,
terlintas pelangi diraut wajah sang kekasih,
memberi cahaya sinari hati,
hilangkan resah tepiskan lara,
tambatan hati yang ku puja tanpa henti,
Tiada lagi kulalui lembah kesunyian,
karena hadirmu sungguh berarti dihidupku,
memberi jawaban atas segala tanya dimimpiku,
sungguh kini segalanya nyata dirasa,
cintamu memberiku satu kekuatan,
tuk melangkah dijalan-jalan terjal kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)


