skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
Ratu Zueliana
di
14.29
Renyah tawa terdengar memecah keheningan,
sapa canda semesta iringi gontai langkah sang malam,
luapan kegembiraan terasa begitu kuat disorot mata itu,
namun di salah satu sudut ruang hampa terlihat buram,
kusut dan lesu tanpa gairah mengikat sukma,
letih mencumbu bayangan di antara daun-daun kering
berguguran.
Tersedu pertiwi ratapi kerontang di jiwa yang tersesat,
melihan bayangan sang maut yang kian mendekat,
ketakutan terbaca dari segala ekspresi yang terpancar,
ku tutup netra dan coba rasakan yang telah terjadi,
belahan jiwa yang telah terenggut cinta di antara dua bintang.
Sirna sudah kebahagian dari penantian panjangku,
terampas oleh kepalsuan yang senantiasa membelenggu,
hingga tiada kurasa manis tercicipi walau hanya
diujung lidah.
jiwa nelangsa meminang janji-janji beralaskan dusta.
0 komentar:
Posting Komentar