skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
Ratu Zueliana
di
08.08
Di ujung jalan itu kau meratap dan menangis,
tersirat kelam dalam jiwa-jiwa yang bengis,
ingin menikam dan melumatkannya dengan sadis,
jangan kau gundah dalam hati yang meringis,
bawalah cinta dalam balutan kasih dan cobalah mengais,
rasa yang terdalam dari diri seorang perfectionist.
Aku tiadakan menjerit dalam keresahan,
aku tiadakan meminta untuk selalu di tahan,
bila kau tiada rungu akan segala derita yang kuluapkan,
cukupkanlah jangan kau cela dan kau hinakan.
Biarlah mereka menganggapku tiada,
namun hatiku kan selalu tulus untuk mencinta,
menggenggam jiwa-jiwa lara dalam derita,
rasaku yang tiadakan pernah padam tuk melawan,
segala dengki dalam ruang batas ketidak adilan.
4 komentar:
manteb , menyayat hati .. seakan pembaca mengalaminya
mkasih ya,,,
liked...hampir mewakili bahasa kalbu yg merasa demikian....thanks
Posting Komentar