Kemelut Hati

Minggu, 15 Januari 2012

Di ujung jalan itu kau meratap dan menangis,
tersirat kelam dalam jiwa-jiwa yang bengis,
ingin menikam dan melumatkannya dengan sadis,
jangan kau gundah dalam hati yang meringis,
bawalah cinta dalam balutan kasih dan cobalah mengais,
rasa yang terdalam dari diri seorang perfectionist.

Aku tiadakan menjerit dalam keresahan,
aku tiadakan meminta untuk selalu di tahan,
bila kau tiada rungu akan segala derita yang kuluapkan,
cukupkanlah jangan kau cela dan kau hinakan.

Biarlah mereka menganggapku tiada,
namun hatiku kan selalu tulus untuk mencinta,
menggenggam jiwa-jiwa lara dalam derita,
rasaku yang tiadakan pernah padam tuk melawan,
segala dengki dalam ruang batas ketidak adilan.

4 komentar:

Suryadewa Bangsat mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Suryadewa Bangsat mengatakan...

manteb , menyayat hati .. seakan pembaca mengalaminya

Ratu Zueliana mengatakan...

mkasih ya,,,

theredzonedizion mengatakan...

liked...hampir mewakili bahasa kalbu yg merasa demikian....thanks

Posting Komentar