Curahan Hatiku Untukmu Cinta
Jumat, 27 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 01.51Aku takkan pernah lari dari segala yang mendera,
walau hasratku telah mati,
terbunuh bersama harapan menggapai cintamu,
bila aku telah memberimu ribuan luka,
maka akan kutebus dengan mencintaimu sepenuh jiwa,
meski raga ini kan lebur oleh pertiwi,
Tak akan lagi kutangisi segala derita,
walau langit kan runtuh dan menimpaku hingga remuk,
jiwa ragaku ini adalah milik sang penguasa sejati,
bila suatu saat aku telah pergi menjemput batas kehidupan,
maka jangan ada lagi penyesalan di hati,
biarkan semuanya menjadi bagian atas cinta dan pengorbanannya,
Nyata memang hati ini tak mampu berpaling,
tapi segala rasa kan kubiarkan mengalir apa adanya,
hingga ku temukan satu jawaban pasti atas kesungguhan yang dimiliki,
bahwa tiada guna membiarkan hati merana karena ego semata,
terlukai jiwa hingga perih menghimpit tiada berkesudahan,
Kasih,,,
semua ini ku ungkapkan dengan pasti,
karena jiwa ragaku telah letih,
ingin istirahatkan sejenak tuk merajut mimpi,
agar nyata kebahagiaan itu dapat di raih,
bukan beralaskan kata yang semata hanya terukir di ujung lidah.
Senandung Cinta
Kamis, 26 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 11.57Belahan jiwaku,,,
dengarkanlah kidung sendu mengalun lembut,
lantunkan beribu keindahan lirik cinta,
berharap mampu sentuh hatimu dengan nyata,
tanpa ku harus menangis dan mengiba,
setulusnya kucurahkan segala rasa,
meski sumbang nada terdengar tak seirama.
dengarkanlah kidung sendu mengalun lembut,
lantunkan beribu keindahan lirik cinta,
berharap mampu sentuh hatimu dengan nyata,
tanpa ku harus menangis dan mengiba,
setulusnya kucurahkan segala rasa,
meski sumbang nada terdengar tak seirama.
Telah Ku Relakan 2
Rabu, 25 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 00.03Segala rasa berkecamuk di dada,
terpuruk dalam galau meminang harapan semu,
lelah memilih arah perjalanan menuju cintamu,
terpaut dalam janji yang tiada pasti,
silau akan gemerlap kepalsuan yang kau beri,
terhianati cintaku tanpa mampu berkelit,
Keresahan menghimpit sukma,
hadirmu bagaikan mimpi buruk dalam hidupku,
lukai jiwa hingga membuatku enggan tuk bangkit kembali,
percayalah cinta,,
telah kurelakan kepergianmu,
telah ku biarkan hati ini kau lukai,
karena cinta pasti kan membawamu kembali,
entah kini atau pun nanti,
ku yakin semuanya telah terltulis rapi di keningku,
Meski hati tak mampu ku ingkari,
pesonamu masih lekat dalam sanubari,
namun tak ingin ku lukai jiwa yang lain,
walau masih ada hasrat tuk gapai segala indahmu kembali,
walau masih ada inginku tuk genggam tanganmu penuh cinta,
tapi sudahlah,,pergilah,,menjauhlah dari mimpi dan nyataku.
Coretan Tanpa Judul 8
Selasa, 24 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.00Temani aku cinta,,,
temani aku lewati senggang waktu di penghujung senja,
hingga malam datang menjemput hari,
lelapkan kita dalam peraduan berselimut mimpi,
Mari berbincang,,,
meregangkan saraf kita dari segala belenggu alam pikir,
membaca segala bentuk perjalanan kisah yang telah terbina,
hingga percaya itu ada dan tersemat di jiwa,
Luangkan lah waktumu sejenak,,,
hanya sekedar nikmati secangkir anggur penghangat tubuh,
agar keharmonisan senantiasa tercipta dan terjaga,
tak perlu ragu tuk ungkapkan rasa,
karena kita adalah senyawa yang hidup penuh cinta.
Keindahan Pesona Cinta
Sabtu, 21 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.38Ku lukis indahnya wajah pagi di atas dedaunan,
pancaran sinar sang fajar hangatkan jiwa,
ku nikmati dalam suasana sendu,
diiringi syahdu tembang jiwa mengalun lembut,
kusapa dirimu penuh cinta mengalir di sukma.
Di antara rasa yang kian menggebu,
ku paparkan pesona cinta yang luar biasa,
anugerah terindah dalam kehidupan yang sungguh nyata,
hingga tiada sepenuhnya ku mampu ungkapkan lewat kata,
kubiarkan belaian lembutnya menyentuh kalbu,
kurasakan begitu dalam pancaran sinar kasihnya.
Kala ku larut dalam suasana,
seraut wajah hadirkan rindu di relung hatiku,
menyentuh sisi-sisi ruang dalam kalbu,
ingin membawamu dalam naungan keabadian cinta yang sejati,
dan rengkuh segala hasrat tuk dapat selalu bersama.
Sepenggal Kisah
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.46Berawal dari kisah antara kau dan aku,
banyak cerita yang telah terbuang dari penggalan kisah itu,
ku sapa kau pangeran terkasih yang selalu menemaniku,
penuh cinta dalam kedamaian yang abadi,
sekilas aku rasa tak mampu menyandingmu,
hingga ketika malam itu kau ucapkan berjuta kata cinta untukku,
dan sang bayu pun turut hembuskan kerinduanmu padaku,
Waktu pun mulai berlalu dalam putarannya,
meninggalkan detik demi detik kisah nan indah itu,
hingga terhentilah aku pada persimpangan yang kau cipta,
aku bergumul dalam kemelut yg menghimpit jiwa,
tetes air mata pun tumpah ruah dalam peraduan,
malampun jadi saksi karamnya kisah penuh kasih,
seolah tak mampu meredam segala rasa yang berkecamuk,
menembus batas titian perjalanan kisah semu.
Nyanyian Malam
Jumat, 20 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 06.40Menara itu berdiri kokoh dengan angkuhnya,
hempasan badai hanyalah hembusan tiada arti,
nyanyian malam tiada mampu membuatnya tersentuh,
tegak menantang bagai karang di tengah lautan,
Langit pun gundah ingin menimpanya,
bumi merana ingin menguburnya,
samudra murka ingin tenggelamkannya,
keresahan si burung camar hinggap di puncak keangkuhan,
tiada mampu berdendang riang dalam pancaran sinar para bintang,
Lelah terpahat dalam nisan berlukiskan nama diri,
mencoba jalani di antara kebisuan nurani menyayat hati,
seolah enggan tuk beranjak pergi,
dari wahana malam yang kelam dan sunyi,
sang lara pun tertunduk lesu,,tiada kata dan hanya membisu,
hanya sesekali dedaunan menyapa lewat lambaiannya,
isyaratkan cinta dalam pengharapan yang tiada batas.
Coretan Tanpa Judul 7
Senin, 16 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 19.06Ketika aku berbicara pada pohon-pohon,
gunung-gunung, lembah dan bukit,
ku temukan satu jawaban dari hati,
kediamanmu adalah pancaran kemuliaan yang selalu terjaga,
seperti halnya aku yang mencoba berbicara dengan caraku sendiri,
bukan karena dorongan dan bisikan malam,
bukan pula karena seseorang yang memohon dengan tangisnya,
tapi karena ini adalah jiwa dan ragaku sendiri,
karena hati yang telah menuntunku
dimana jalan-jalan mulai terlihat tak rata lagi,
namun tetap kurasakan ada mentari yang masih memberiku
sinar dan kehangatan,
tubuhku boleh kau gores,
jiwaku pun boleh kau lukai,
tapi sesungguhnya kau hanya akan melukai dirimu sendiri lebih dalam lagi,
tertawalah,,,sebelum senyummu habis termakan derita.
Coretan Tanpa Judul 6
Diposting oleh Ratu Zueliana di 04.25Berjalan tertatih bersama jiwa raga yang kian letih,
membakar diri diatas bara yang semakin panas,
tak berdaya dan rasa pun semakin tak menentu,
hanya mampu bungkam dalam diam,
galau merajam sukma ingin terlepas dari belenggu,
aku terjatuh hingga membuatku mati rasa,
kafan itu kini telah membalut tubuhku,
membungkus dan melindunginya dari dingin yang menusuk,
ku pasrahkan segalanya pada yang memberiku kehidupan,
nafas ini ku pinjam hanya untuk sesaat saja,
tolong biarkan diri ini saksikan fajar,
untuk satu dua tiga kali saja,
agar dapat kurasakan kehangatan itu menyentuh jiwa,
karena aku pun tidak ingin berlama-lama untuk tinggal.
Kemelut Hati
Minggu, 15 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.08Di ujung jalan itu kau meratap dan menangis,
tersirat kelam dalam jiwa-jiwa yang bengis,
ingin menikam dan melumatkannya dengan sadis,
jangan kau gundah dalam hati yang meringis,
bawalah cinta dalam balutan kasih dan cobalah mengais,
rasa yang terdalam dari diri seorang perfectionist.
Aku tiadakan menjerit dalam keresahan,
aku tiadakan meminta untuk selalu di tahan,
bila kau tiada rungu akan segala derita yang kuluapkan,
cukupkanlah jangan kau cela dan kau hinakan.
Biarlah mereka menganggapku tiada,
namun hatiku kan selalu tulus untuk mencinta,
menggenggam jiwa-jiwa lara dalam derita,
rasaku yang tiadakan pernah padam tuk melawan,
segala dengki dalam ruang batas ketidak adilan.
Coretan Tanpa Judul 5
Sabtu, 14 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.52Telah kau koyak rasa percayaku,
telah kau cabik sisi-sisi ruang di hatiku,
sudahlah,,akhiri segala tipu daya,,
kerena aku tak ingin lagi membaginya,
membagi dengan dia yang tidak pernah
menerima cahaya dari sebuah ketulusan,
Cintaku tidak mampu memberikan apa pun,
kecuali sesuatu yang hanya dapat tersentuh jiwa penuh kasih,
yang memiliki ribuan makna dari hanya sekedar mengucap kata,
namun aku tak ingin mengutuk hari-hariku,
kemudian bersembunyi dibalik ruang gelap,
Aku hanya ingin sesuatu yang dapat aku pahami,
sesuatu yang tak selalu menyudutkanku,
hingga membuat langkah ku terhenti,
karena semua belumlah usai untukku,
hingga kematian menjemput dan menyambutku
dengan senyuman.
Dalam Dekapan Cinta
Jumat, 13 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 04.09Di antara detak jantung yang kian berpacu,
di antara desah nafas yg kian memburu,
ku dengar nada-nada indah berbisik di telinga,
menggoda jiwaku tuk ungkap segala hasrat,
tentang cinta dan segala keindahan pesonanya,
Ku ayun langkah bersama harapan yang ada,
tepiskan ragu hancurkan belenggu,
merenda hari merajut mimpi dalam dekapan cinta,
merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan,
sesuatu yang sangat menyejukkan menyentuh kalbu,
Hening dan tenang kala malam datang selimuti hari,
kulantunkan lagu sendu bermandikan cahaya rembulan,
berharap kau pun dapat mendengar dan merasakan,
ada getar-getar cinta yang begitu kuat di hatiku,
ingin sentuh hatimu di antara rindu yang kian menggebu.
Jangan Kau Ambil Milikku
Rabu, 11 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.09Ketika hati mulai menimbang segala langkah,
aku terjerat dalam bimbang dan kegelisahan,
apakah aku masih sanggup kepakkan sayap-sayapku,
apakah pohon-pohon tempatku berteduh akan tumbang,
kala rayap-rayap menggerogoti akar yang semakin rapuh,
Percuma ku berdendang lirih,
tiada guna ku bernyanyi merdu,
bila kau selalu merubah irama dalam lagu,
membuatku semakin enggan tuk lantunkan tembang syahdu,
Hati mu yang tak lagi memiliki nurani,
dan kau memakan setiap potongan roti
yang ku buat dari tanganku sendiri,
jangan pernah kau ambil milikku,
jangan kau sia-siakan semua rasa percayaku padamu,
ku mohon jangan kau buat cinta ini berubah benci.
Telah Ku Relakan
Selasa, 10 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 08.36Mataku nanar menatap setiap lekuk lukisan malam,
ada sesak yang menyumbat pernafasan,
ada perih di hati yang tak mampu ku ungkapkan,
hanya mampu diam di antara riuhnya suara-suara,
Tak dapat ku ingkari semua rasa bersumber padamu,
banyak cerita telah terpaparkan dalam alurnya,
kau hanya mampu menyucikan dirimu dengan kata-kata,
tanpa mampu melihat bentuk di diri yang sesungguhnya,
kembali kau korbankan rasa yang telah lama ku jaga,
Biarlah sudah segalanya kini telah kurelakan,
karena masih ada fajar yang memberiku harapan,
kehangatan yang pasti akan ku rasa kala sinar terpancar,
memberi indah kala musim datang berganti,
hingga akhirnya damai hadir menyapa hari.
Gejolak Jiwa
Senin, 09 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 05.27Ku lihat dengan seksama wajah-wajah kusut
yang melintas dihadapan,
ada sesuatu yang dapat aku baca dari sorot mata itu,
mengisyaratkan kelam dalam jiwa yang rapuh,
meski sesekali mencoba sembunyi di balik senyuman,
Ada rindu penuh harap yang tak mampu kutepiskan,
kala hati mendekap hangat ingatan tentangmu,
memberi sedikit semangat dalam langkah,
meski keyakinan itu begitu tipis dan nyaris tiada,
Kesepian dan kegelisahan kerap kali melanda,
memporak-porandakan sebagian ruang di hati,
kesunyian yang akhirnya menyibak segala tabir kegelapan,
hingga membuatku kehilangan seluruh kendali di diri,
Ku tahu hanya jiwa kita yang pahami segalanya,
pertemuan yang kemudian ku akhiri dengan perpisahan,
karena tak ingin ada yang terluka,
bila hati kita masih bertaut dalam rasa,
ku yakin cinta dapat membuatmu merasakan,
ada getaran dalam dada yang belum sempat ku ungkapkan.
Ijinkan Hatiku Bicara
Minggu, 08 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 02.04Apa gerangan yang telah terjadi dengan diri ini,
sebagian kisah ku telah membuat luka pada jiwa yang lain,
memberi perih pada hati yang telah memberiku cinta,
aku yang telah mendusta,,,
aku yang tak pantas tuk bicara,,,
mengucap yang hanya membuat derita
pada ranting yang memang telah patah,
bila masih ada kesempatan untuk aku berbenah,
ingin rasanya ku sulam benang itu agar tiada kusut lagi,
kan ku sematkan warna-warna
yang membuatnya menjadi semakin indah,
hingga terpancar sebuah keyakinan di dalam cinta,
begitu pekat sebuah pandangan akan diri,
membuat ku seakan tak pantas lagi tuk ungkap kesungguhan,
nyata yang tak mampu lagi dipahami oleh hatimu,
satu hati telah meradang,,,
menelanjangi sisi-sisi ruang dalam kalbuku,
yang membuatku semakin merasa bersalah,
Duhai cinta,,,
lupakanlah segala yang telah menjadi duri dan melukai,
di esok hari masih ada harapan tuk kita meraih mimpi,
berbekal keteguhan tuk saling mengasihi,
agar cinta yg telah bersemayam di sanubari,
kian lekat dan takkan pernah terpisah meski badai menghampiri.
Keresahan Ku
Sabtu, 07 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 07.36Keluh kesah ku seakan tak ingin berhenti,
seperti malam yang selalu menghampiri,
seperti fajar yang selalu hadir menyapa hari,
begitu pun aku yang tak pernah luput dari cela dan noda,
emosi pun jadi tak terkendali,
kegetiran yang ku rasa kian menusuk hati,
bukannya ku tak ingin tuk mengerti,
tapi sepertinya jiwa ku telah lelah tuk memberi arti,
karena aku pun memiliki rasa ingin di pahami,
jika memang aku telah tak pantas tuk di cintai,
berilah aku celah tuk berlalu dari rasa yang kian menghimpit,
luka yang takkan mampu terobati hanya sekejap pandang,
namun paling tidak hati masih memiliki nurani
tuk mengucap sesuatu yang sepantasnya tuk diucap.
Harapan Di batas Penantian
Jumat, 06 Januari 2012
Diposting oleh Ratu Zueliana di 18.28Betapa lemah jiwa ini,
saat kau tinggalkan rasa dalam kemelut hati,
hanya malam berteman sepi,
jari jemari pun akhirnya tergerak tuk menggores cerita,
tentang sang nestapa yang lara hati,
Risau berkecamuk dalam palung hati,
memendam rindu pada sang kekasih,
hingga tiada asa yg mampu tercurah,
aku resah dalam penantian yang sungguh melelahkan,
jiwa pun terpasung dalam kebencian,
Adakah kasih yang setia,
mendekap ku penuh ketulusan cinta,
tanpa harus menjerat ku kedalam duka lara,
kemanakah kan ku sandarkan jiwa raga,
hingga tiada lagi penat yang ku rasa,
adakah sebentuk cinta yang sejati,
tanpa harus memandang pesona dalam diri.
Kasih,,,,,,
ku masih disini menunggu sapa hangat mu,
tuk cairkan kebekuan dalam jiwa ini.
Coretan Tanpa Judul 4
Diposting oleh Ratu Zueliana di 16.10Mendekap rindu di ruang kalbu,
menggenggam asa dalam pelukan cinta,
larut aku dalam buaian kasih mu,
memecah segala ragu tepiskan lara,
Telah banyak ku paparkan segala kisah,
di antara pucuk-pucuk yang tumbuh subur,
di antara pohon-pohon yang akarnya semakin kuat,
ku siram dengan cinta kasih yang teramat dalam,
Jari jemari ku pun turut berbicara,
tentang rasa yang telah terpatri di relung ku,
tentang jiwa dalam penggembaraannya
di antara dentuman yang kadang membuat ku kalut,
Tak jarang emosi turut bertaut,
namun cinta laksana kesabaran yang tiada batas,
memberi ku kesejukan di kala panas menyentuh jiwa,
aku terpesona,,,berharap tiada kan terlena,,,
melihat keindahan dalam diri mu yang luar biasa.
di antara pohon-pohon yang akarnya semakin kuat,
ku siram dengan cinta kasih yang teramat dalam,
Jari jemari ku pun turut berbicara,
tentang rasa yang telah terpatri di relung ku,
tentang jiwa dalam penggembaraannya
di antara dentuman yang kadang membuat ku kalut,
Tak jarang emosi turut bertaut,
namun cinta laksana kesabaran yang tiada batas,
memberi ku kesejukan di kala panas menyentuh jiwa,
aku terpesona,,,berharap tiada kan terlena,,,
melihat keindahan dalam diri mu yang luar biasa.
Menggeliat Mimpi Dalam Angan-angan
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.05Menggeliat mimpi dalam angan-angan,
berjalan beriringan bersama para pendaki bukit-bukit,
lewati lembah penuh akar-akar pohon rindang,
melintang di antara jalan-jalan yang terjal penuh bebatuan,
langkah kaki kian gontai terseret sesekali jatuh terjerembab,
tapi ingin ku tiada surut meski tertatih hati dalam gerimis,
letih hinggapi raga namun jiwa tetap mencoba selalu bertahan,
menggapai asa yang tertunda di antara hijaunya daun-daun,
bumi menjadi tempat pijakan nyata,,,
bukan hayal atau ilusi,,,,,,
meski riuh gelombang maknai tepian rasa yang berbeda,
namun karang-karang kan tetap tegak dengan angkuhnya,
pasir pun berbisik lirih pada sang camar,
menggoda hati tuk alirkan rasa
lewat sentuhan kasih penuh ketulusan
di ujung penantian ku yang sungguh nyata.
Berlindung Di antara Lusuhnya Dinding-dinding
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.04Berlindung di antara lusuhnya dinding-dinding yang menjulang,
terhalang pandangan ku dari tatapan sang surya,
hanya sepoi sang bayu yang sesekali menyapa ramah penuh kesejukan,
nyanyian para ilalang turut semarakkan rasa di jiwa yang kalut,
lusuh nurani tiada bentuk remuk tercabik kegersangan,
ku lanjutkan perjalanan melewati batas senja yang kian buram,
lalui tepian danau yang sepi tak berpenghuni,
sekilas terlihat di kejauhan gubuk-gubuk usang dengan lampu-lampu tuanya yang bersinar redup,
menyambut sang malam yang gagah perkasa,
menyapa dengan pekatnya bersama ribuan bintang yang menjadi penghias bisu.
aku tertunduk lesu tanpa rona di ujung gelisah,
duduk merenung menatap daun-daun yang menari dengan gemulai,
seakan ingin menghibur ku dalam kesunyian rasa yang kian hampa,
tanpa mampu mengucap kata,
hanya kelopak yang senantiasa berkedip
hanya sekedar memberi isyarat pada langit malam yang kian kelam berselimut awan.
Warna Warni
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.02Warna warni bunga tertanam indah di taman hati,
menebar aroma semerbak bangkitkan jiwa tuk menyentuhnya,
hiasan hati dengan keaneka ragaman bentuk,
memberi kisah yang berbeda dalam alur cerita tanpa makna,
lukisan malam terlihat abstrak oleh netra yang berkabut tipis,
bisikan-bisikan di telinga sungguh mengusik pendengaran,
ingin menjauh dari jejak-jejak yang selalu mengikuti,
bayangan yang selalu memeluk ku dalam maya dan nyata ku,
hai,,,kau yang di sana,,,,,,,
ku sentuh hati mu lewat getaran di setiap ketukan di jantung ku,
ku sentuh jiwa mu lewat aliran tenang darah di nadi ku,
hingga dapat ku genggam lembut nurani mu,
mengertilah,,,,
jangan pernah korbankan apa pun untuk jiwa rapuh ku,
meski hanya dengan setetes keringat yang membasahi raga mu.
Sebuah Cerita
Diposting oleh Ratu Zueliana di 15.00Ku baca sebuah cerita tentang hal yang mendasar
bagi seorang wanita dalam batasan norma-norma,
sesuatu hal yang masih di anggap tabu bagi sebagian orang,
aku heran,,aku terpana,,aku terpesona,,
sosok luar biasa penuh kejujuran,
sosok yang tak pernah terjamah kemunafikan,
sosok yang senantiasa menjunjung tinggi sebuah kewajaran,
sebuah rasa yang mungkin tak mampu orang lain ungkapkan,
dialah realita yang sesungguhnya,,sungguh kau adalah beda,,
jika aku mampu seperti mu,,
ingin ku teriakkan pada dunia ku,
tentang segala yang ingin ku luapkan dalam jiwa ku.
Nyanyian Jiwa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.59Ku lantunkan nyanyian jiwa dalam temaramnya hati,
kabut tipis hiasi pandangan ku kala gelap tanpa cahaya,
kebisuan nurani kian larutkan asa penuh tanya,
apa yang tersirat kiranya tiada kau pahami,
haruskah ku uraikan kembali tentang makna kehidupan,
haruskah ku paparkan setiap goresan lusuh ku penuh cinta,
hingga kau benar-benar tahu,,,
inilah aku seorang wanita tanpa karisma,
sungguh aku lelah bagai diri tiada arti,
langkah demi langkah ku lalui penuh aral,
bukit-bukit terjal pun telah ku daki,
lembah-lembah ku lalui tanpa ku risau diri kan terjerembab,
apakah kini dapat kau rungu segala resah ku,,
bait demi bait ku gores penuh ketulusan dari hati,
jangan kau curi apa yang menjadi jati diri ini.
Terbunuh Sepi
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.58Terbunuh sepi di belantara malam,
netra terkatup,,angan melayang,,
menelusuri setiap pelosok imaji,
berkelana dalam ruang hampa tanpa suara,
alunan senandung rindu hentakkan kalbu,
rasa pun melayang dalam angan dibalik awan,
tersangkut rindu di atas ranting yang mulai mengering,
hingga nyaris patah terhempas sang bayu,
ku coba melenggang menuruni tebing-tebing,
berjalan di antara semak belukar yang mulai tak ramah,
kaki tersangkut akar tanpa mampu berkelit,
aku tejatuh dan mencoba bangkit kembali,
meski tergores luka penuh darah membanjiri.
Luka Hati
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.56Tetes darah yang mengalir
isyaratkan luka yang tergores begitu dalam,
cinta ku berujung petaka,
andaikan ilalang itu tahu dan pahami,
betapa cinta yang ku miliki penuh pengorbanan,
namun nyiur hanya mampu melambai,
dalam kebisuannya yang lemah gemulai,
ku coba abaikan segala rungu ku,
namun badai tak pernah berhenti menerjang,
penuh gejolak dan terus menghadang,
gelombang itu semakin mengikis kokohnya karang-karang,
pasir-pasir pun terbawa arus,,
terombang ambing meski arah telah ditentukan,
namun segalanya tiada lagi bersahabat,
jiwa penuh dengki itu hempaskan ku penuh luka.
Halusinasi
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.53Halusinasi menyambangi ku di antara lekuk-lekuk keresahan,
kecewa ku pudarkan rasa yang telah tersemat begitu dalam,
menjulang tebing-tebing kebencian,
sejajar alunan kegelisahan di ujung malam,
lena ku menyambut kebisuan tanpa suara.
rinai hujan kian menambah kebekuan jiwa,
menggigil raga larut dalam tangisan kalbu,
aku terluka di cumbu kepalsuan cinta penuh dendam,
jiwa membara merajam setiap nada kebencian.
aku lelah dibuai malam gelap gulita,
aku tersungkur di atas pertiwi bersimbah darah,
aku terkulai lemas di dermaga cinta tanpa kasih,
hanya debur ombak yang senantiasa bisikan rindu,
menyapa nurani yang mulai terasa mati.
Akulah Mahluk Terhina
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.53Akulah mahluk terhina,
akulah nestapa penuh noda,
akulah sang lara penuh dosa,
akulah jalang titisan para iblis,
akulah karang atas laut ku,
akulah langit atas bintang-bintang,
akulah semesta atas peradaban,
akulah bukit-bukit atas lembah,
aku bukan siapa-siapa,
aku antara fana dan nyata,
aku adalah khiasan dalam sebentuk kata-kata,
akulah jejak-jejak yang tertinggal,
tertutup debu dan akhirnya menghilang.
Mimpi
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.51Desir angin membelai raga,
menelusup kepori sejukkan jiwa,
terkatup netra terbuai mimpi indah,
melayang di antara awan membentuk bayangan.
terbawa arus badai impian,
terdampar diatas bukit dalam naungan senja,
gerimis membasuh wajah yang mulai kusut,
aku duduk menatap kabut selimuti lembah.
anganku kian melayang,
menuruni bukit lalui dataran hijau penuh bebatuan,
pepohonan berdiri kekar menantang langit,
daun-daun melambai menari dengan gemulai.
ku sadari langkah telah semakin jauh,
letih mulai hinggapi jiwa yang rapuh,
ku terjaga penuh tetes keringat membanjiri tubuh,
kiranya mimpi bertaut dalam peraduan,
raga lunglai terkapar terbuai asa kehidupan fana.
Kepedihan Melanda Jiwa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.50Gemericik riak air anak sungai mengalir,
searah sang surya menuju peraduan,
lewati lembah dan dusun-dusun yang sunyi,
basahi jiwa yang jauh terpisah dari gelak tawa,
bahagia terkikis oleh arus kesedihan.
bagai menabur pasir di tepi pantai,
rasa sia-sia ku bangun segala asa dalam cinta,
mencumbu bayangan yang hanya semu,
tersangkut di antara hayal dan mimpi,
terhimpit nurani tanpa mampu terjaga.
pesona kasih sejuta pesona,
membuat ku mabuk tanpa kendali diri,
rasa bahagia hanya khiasan tanpa makna,
guci-guci pun kini retak dan pecah,
jatuh ketanah tanpa mampu ku tahan,
jiwa dan raga ku lunglai dalam kesakitan.
Melukis Dalam Kata
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.48Kertas telah basah dan kuas pun tak dapat melukis kata,
tinta tumpah dan habis terbuang sia-sia,
sebagian aksara ku telah hilang dan musnah,
lalu apa yang hendak ku gores,
lukisan apa yang sanggup kucipta,,
kekosongan dalam benak membawa resah,
malam pun mencibir ku dalam renungan,
entah apa yang telah terjadi di sudut hati ku yang kian risau,
memahat rasa yang mulai gambarkan sepi,
sebentuk hati retak di antara dua busur yang menancap,
aku hanya bisa diam,,terpaku membisu,,,
dalam relung yang mulai remuk redam terhantam belenggu.
ku paparkan rasa dalam coretan kelabu di atas air mengalir,
terhapus jejak oleh arusnya yang dangkal,
menggulung mimpi tenggelamkan harapan,
di jejak-jejak langkah ku yang kini mulai samar.
Wajah Bahagia Ku
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.47Sejuk sepoi sang bayu menyentuh raga,
riak air sungai terlihat jernih mengalir,
ku basuh wajah bahagia ku penuh kedamaian,
nikmati seteguk harapan akan cinta yang nyata.
ranting-ranting seakan turut merasakan,
suka cita rasa tersemat dalam jiwa,
lambaian dedaunan turut menyambut ramah,
menari-nari di antara tebing-tebing impian.
duhai jiwa dalam naungan kasih,
aku datang mengetuk pintu hati mu,
memberi salam untuk kata demi kata yang tercurah,
dan atas pemberian satu makna yang begitu indah.
Kerinduan Di batas Senja
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.45Ku sentuh nurani penuh kerinduan,
penuh harap pada rindangnya dahan-dahan,
mengelilingi samudra tanpa batas impian,
menari mengikuti derasnya gelombang cinta.
ku pekikkan rasa pada langit di ujung senja,
kurentangkan sayap menyambut datangnya malam,
sang rembulan mulai pancarkan sinarnya,
menembus gumpalan awan-awan selimuti bintang.
lembah-lembah mulai terlihat sepi,
gunung-gunung berdiri tegap dengan angkuhnya,
hanya sang ilalang yang masih terjaga,
menari gemulai di hamparan yang gersang,
dan aku,,,dan hanya diriku,,,
bernyayi sendu di sudut malam,
berdiri diatas sejengkal tanah yang kerontang,
berharap keraguan tak lagi menyapa di biduk cinta,
hingga keyakinan pun mengikat jiwa dengan nyata.
Luapan Rasa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.42Di dasar telaga pembaringan sunyi,
ku lantunkan tembang jiwa paparkan aksara bisu,
mengeja bait demi bait desah nafas kasih,
bimbang bersatu dalam kerajaan cinta yang fana,
gema nada terpantul di dinding jiwa,
getarkan nurani alirkan risau dan keresahan yang dalam,
terperosok diparit-parit pengorbanan sebuah rasa,
tanpa ku pandang lusuh diri teraniaya.
kesadaran ku tak lagi membidik keyakinan,
antara jaga dan mimpi pun tiada beda,
membaur dalam kelam tersekap keindahan semu,
mencoba lepaskan namun kekuatan tak lagi ada,
tersimpan dalam relung tak mampu luapkan,
penantian panjang melemahkan ku di rumah kegelisahan.
Jiwa Terpasung Dalam Gelap
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.40Beranda jiwa kini mulai sepi,
dinding kalbu penuh goresan tanpa makna,
cinta merangkul kebisuan tersangkut kelu diujung lidah,
hanyal dan mimpi bergentayangan bagai iblis,
memasung jiwa dalam gelap di kelam malam.
ku coba sembunyi dalam bilik usang yang kian lusuh,
rapuh terkikis galau hempaskan jalinan terikat janji,
naungan kasih tiada lagi terkecap nyaman,
seruan jiwa begitu lantang pecahkan genderang,
hingga aku pun kian jadi tuli dalam kebisingan.
Desahan nafas kegembiraan tak lagi kurasa,
hanya detak jantung yang semakin melemah,
ketukannya kini mulai lambat dan nyaris terhenti,
kematian atas rasa menjemput ku dengan paksa,
tanpa mampu berkelit dari cengkraman duka lara.
Rapuh
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.38Tangis tertahan diperut bumi,
memacu luapan magma kegelisahan mengalir deras,
lewati lereng-lereng kasih yang mulai mati rasa,
membakar rumah cinta dan menjadikannya abu.
Langkah pun terhenti
kala baru sepenggal perjalanan terlewati,
tak mampu lagi berdiri karena jiwa begitu lemah,
tangan-tangan keyakinan sudah tiada kuat lagi
menggenggam erat,
tali pun telah putus hingga ikatan pun lepas,
ranting kering itu kini berserakan,
semakin rapuh tersengat panas,
dan kala hujan turun dia pun ikut basah.
Aku menggigil dalam kerontang di jiwa yang lara,
aku menangis kala sumber mata air telah mengering,
aku hanya mampu basuh wajah dengan keringat ku
sendiri,
tubuh ku pun begitu lusuh dan terlihat dekil,
harapan telah jauh tinggalkan masa,
hanya sekeping hati yang masih tersisa,
berharap bersatunya kembali cahaya,
dalam jalinan suci keabadian cinta.
Ketika Jalan-jalan Kebahagiaan Mulai Tertutup
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.37Ketika jalan-jalan kebahagiaan mulai tertutup,
kuatkan kaki-kaki mu tuk tetap selalu melangkah,
berdirilah tegap meski harapan telah terkikis waktu,
biarkan hasrat dan keinginan itu pun tetap ada,
karena harapan kan selalu menyertai dalam setiap doa.
Cinta kan menjadi penyelaras dalam maya dan nyata,
mutiara jiwa kan senantiasa pancarkan cahayanya,
walau debu-debu jalanan menyelimuti perut bumi,
tamamkan selalu rasa tuk selalu mengasihi,
hingga tercipta asri taman impian hati penuh bunga.
Aku rindu buaian rasa yang dulu,
singgah kemudian berpaling dan menghilang dari hadapan,
kelemahan ku telah menyeret ku kedalam derasnya arus
prahara di jiwa,
terombang-ambing dan terdampar di pulau cinta yang tak bertepi,
bukan aku yang salah,,tapi hati telah memilihnya,,
dan menjadikannya bagian atas malam yang sungguh kelam.
kuatkan kaki-kaki mu tuk tetap selalu melangkah,
berdirilah tegap meski harapan telah terkikis waktu,
biarkan hasrat dan keinginan itu pun tetap ada,
karena harapan kan selalu menyertai dalam setiap doa.
Cinta kan menjadi penyelaras dalam maya dan nyata,
mutiara jiwa kan senantiasa pancarkan cahayanya,
walau debu-debu jalanan menyelimuti perut bumi,
tamamkan selalu rasa tuk selalu mengasihi,
hingga tercipta asri taman impian hati penuh bunga.
Aku rindu buaian rasa yang dulu,
singgah kemudian berpaling dan menghilang dari hadapan,
kelemahan ku telah menyeret ku kedalam derasnya arus
prahara di jiwa,
terombang-ambing dan terdampar di pulau cinta yang tak bertepi,
bukan aku yang salah,,tapi hati telah memilihnya,,
dan menjadikannya bagian atas malam yang sungguh kelam.
Jati Diri Yang Terkoyak
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.35Kala ku berjalan pada nyata yang menelanjangi hari,
aku merasa begitu asing dalam peradaban,
waktu telah membunuh ku tanpa kesempatan,
mengoyak jati diri hingga menguliti sebagian jiwa,
kala malam menjelang,,,,,,,,,,,,
awan mengantongi bintang-bintang dan rembulan,
hingga tak satupun cahaya menyinari dalam gulita.
Bukit-bukit terlihat hanya bayangan dikejauhan,
menertawakan setiap celah hitam di dinding sukma,
aku terpaku di dataran sepi terikat bimbang,
sepoi sang bayu hanya hembusan tanpa makna,
tiada lagi kesejukan memeluk rasa di batas impian,
tak lagi berdaya dalam genggaman kegelisahan.
Ku goreskan kata demi kata mewakili malam,
menyanding segala kegelapan yang perkasa,
takkan terlewatkan hari ini dan untuk selamanya,
menggali kenangan di pikiran cinta yang telah lalu,
dan menguburnya di antara kebengisan zaman.
Rasa Dan Keinginan Yang Tak Sejalan
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.33Lengkung pelangi menggeliat di ujung senja,
meratapi malam yang mulai merayap menghampiri,
pesona langkah sang bidadari pun mulai terlihat samar,
tertutup kegelapan di pintu hati yang kian sunyi.
Sepotong awan mencumbu bayangannya,
menggulung mimpi-mimpi di malam kelam,
larutkan berbagai macam rasa di gelas-gelas cinta,
halilintar pun memotong hasrat menggenggam bintang.
gemuruh gelombang rasa getarkan dada,
meliuk nyiur ditepian pantai cinta dengan gemulai,
namun lekuknya tiada lagi seindah dulu,
pertautan cinta kian memburam tanpa sapa,
tiada tatapan seindah mentari pancarkan kehangatan,
Aku mulai lelah hingga tak lagi mampu mengeja kata,
wajah kusut karena sang hari selalu mencibir ku,
hina raga tersaput debu tanpa makna dan pesona,
membius jiwa tanpa akal dan kesadaran didiri.
Bila Esok Tiada
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.31Semburat rindu kian meracu dibibir malam,
angan mengembara di dataran kalbu,
sekilas senyuman menguap bersama awan,
gerimis alunan tembang jiwa tiada lagi kesejukan,
terapung diatas gelombang yang mulai surut.
Bumi telah memaksa ku menuju jalan-jalan
yang tak ku inginkan,
meski kicau burung dipagi hari bernyanyi merdu
namun kesunyian semakin merambah sukma,
hingga aku merasakan kematian itu telah begitu dekat,
menjemput ku dengan kemegahan kereta kencana nirwana.
Bila esok tiada lagi jantung ku berdetak,
bukan karena ku tak ingin hembuskan nafas di kedamaian,
namun hari telah membuat ku enggan tuk bersua,
dan tangan-tangan perkasa kegelapan
seolah tak ingin melepas ku dari cengramannya,
hanya kepasrahan dalam doa ku senandungkan,
semoga harapan dapat nyata ku miliki penuh kepastian.
Di antara Cinta Dan Dusta
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.29Renyah tawa terdengar memecah keheningan,
sapa canda semesta iringi gontai langkah sang malam,
luapan kegembiraan terasa begitu kuat disorot mata itu,
namun di salah satu sudut ruang hampa terlihat buram,
kusut dan lesu tanpa gairah mengikat sukma,
letih mencumbu bayangan di antara daun-daun kering
berguguran.
Tersedu pertiwi ratapi kerontang di jiwa yang tersesat,
melihan bayangan sang maut yang kian mendekat,
ketakutan terbaca dari segala ekspresi yang terpancar,
ku tutup netra dan coba rasakan yang telah terjadi,
belahan jiwa yang telah terenggut cinta di antara dua bintang.
Sirna sudah kebahagian dari penantian panjangku,
terampas oleh kepalsuan yang senantiasa membelenggu,
hingga tiada kurasa manis tercicipi walau hanya
diujung lidah.
jiwa nelangsa meminang janji-janji beralaskan dusta.
Masa Lalu
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.27Sebelumnya tak pernah ku hiraukan,
betapa kesabaran ku akhirnya telah meninggikan ego mu,
teriakanmu lantang tanpa akal mengumbar wacana,
memikat semesta turut dalam argument yang menyesatkan,
arogansi dalam jiwa yang kerdil telah merajai hati mu.
Ketahuilah bila hati ku tiada lagi terikat dengan hati mu,
biarlah bayang-bayang yang telah lalu terkubur di relung ku,
jangan pernah coba bangkitkan lagi hasrat dalam kalbu,
karena kematian atas rasa kini telah menjemput ku.
Mungkin hanya malam yang mampu pahami,
segala gundah yang terluapkan sungguh tiada arti,
tak perlu membuatku jadi membenci mu,
karena derita yang kau beri telah menandai kebekuan hati,
hingga semua itu akan membuat mu mengerti,
betapa cinta yang ku miliki
melebihi besarnya cinta yang menyanding mu kini.
Harapan Yang Semakin Pudar
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.24Menatap dengan seksama,
melihat bintang-bintang berkedip dibalik awan,
tak mampu ungkapkan perih,
tecekal keresahan mengiringi langkah sang waktu,
menuju perapian malam hangatkan tubuh yang kian menggigil,
beku terbalut rindu pada hari-hari yang telah terlewatkan,
Tunggal jiwa ku penuh kepedihan,
mengingat rumah ku seperti penjara,
rasa tak ingin aku kembali pada kediaman yang telah
membelenggu diri ketika hati ku dan hati mu menyatu,
tapi aku bukan kejahatan yang pantas kau cela,
bukan juga tawanan cinta yang pantas tuk diadili,
karena aku hanyalah sang lara dalam kesunyian,
Dalam kata-kata yang samar ku coba berbicara,
menyentuh hati mu agar kau dapat pahami,
bahwa kini dan nanti ada jalan
yang mungkin dapat kita lalui bersama lagi,
meski harapan kian tipis bahkan sepertinya tiada,
namun cinta kan menguatkan segalanya,
hanya keyakinan yang mampu tumbuhkan semangat,
jangan kau lemahkan asa yang kini mulai muncul kembali.
Kau Adalah Inspirasi Ku
Diposting oleh Ratu Zueliana di 14.18Ku nyanyikan lagu sebagai penghormatan
atas karyamu yang mengagumkan,
begitu hidup dalam barisan kata-kata,
yang selalu kunikmati disetiap waktu senggang ku,
indah mempesona penuh makna,
sebuah mahakarya yang kan selamanya terkenang,
Abstrak makna dalam rangkaian lusuh ku,
hanya mampu mengulas gundah
dengan hiasan sedikit senyuman tipis,
mengiringi perjalanan hari yang tak pernah teduh,
mencoba tegak layaknya karang,
namun segalanya memang butuh waktu,
tak semudah kepalkan tangan tuk meraih impian,
Kau adalah inspirasi yang tak pernah putus,
kaulah semesta penyemangat jiwa,
pemberi tuntunan di kala aksara ku mulai samar,
kau suluh dalam langkahku menuju cita,
kau adalah bintang,,,,,
kau adalah nyawa dalam setiap goresan,
kaulah panglima gagah perkasa dalam pergulatan pena.
Coretan Tanpa Judul 3
Diposting oleh Ratu Zueliana di 12.38Ku urai air mata lalui lembah angan,
tiupkan rasa pada keluh kesah jiwa yang terlunta,
di bibir rindu ku pinang cinta dalam dekapan mesra,
rajutan benang di atas helaian kasih selembut sutra,
menunjuk satu bintang tuk terangi pikiran malam.
rapuhnya batu-batu berserak ditepian jalan kenangan,
menabur benci penuh debu kotori kornea,
hingga terhalang jarak pandangku karena perihnya,
lelah ku basuh karena noda telah terlanjur lekat.
menggulung kisah bersama titik-titik keresahan,
rinai hujan pun tak lagi mampu sejukkan sukma,
terbakar belenggu dalam kobaran api asmara,
gersang di jiwa luka pun tergores begitu dalam.
Kerinduan
Diposting oleh Ratu Zueliana di 12.24
Menarilah engkau wahai ilalang,
agar terlihat lentik jemarimu melambai,
berhembuslah wahai sang bayu,
tiupkanlah kedamaian lewat hembusan nafasmu,
menyapa rindu dedaunan dan ranting-ranting kering,
dan wahai rinai hujan basuhlah pertiwiku,
dengan kelembutan kasih sucimu,
dalam harap dan penantianku akan cinta dikeabadian,
dan kau langitku adalah tudung dalam lara dan dukaku,
rangkullah aku hingga tiada lagi kuterhempas dari pelukmu.
agar terlihat lentik jemarimu melambai,
berhembuslah wahai sang bayu,
tiupkanlah kedamaian lewat hembusan nafasmu,
menyapa rindu dedaunan dan ranting-ranting kering,
dan wahai rinai hujan basuhlah pertiwiku,
dengan kelembutan kasih sucimu,
dalam harap dan penantianku akan cinta dikeabadian,
dan kau langitku adalah tudung dalam lara dan dukaku,
rangkullah aku hingga tiada lagi kuterhempas dari pelukmu.
Kedamaian Rasa
Diposting oleh Ratu Zueliana di 12.20
Ruang indah dalam peraduanku,
berselimut cinta dan kasih,
terlihat celah kecil dalam sekat,
sebagai jalan tuk cahaya menelusup,
memberi kehangatan dalam kebekuan hati,
dinding yang berwarna putih kekuningan,
bunga-bunga terangkai dengan indah dalam pasnya,
gambaran kecil sang pecinta dalam tatap ruangnya,
arca-arca menghias di setiap sudut,
perlambang jiwa penuh pantasi dan imajinasi,
lantai pualam bersinar pancarkan keindahan,
lukisan dinding abstrak bagai tiada mampu tuk maknai,
lahir ku dalam kebisingan nurani,
menghempas rasa ingin nikmati sunyi,
dalam alunan melodi tembang jiwa,
mengalun indah laksana kidung surgawi.
berselimut cinta dan kasih,
terlihat celah kecil dalam sekat,
sebagai jalan tuk cahaya menelusup,
memberi kehangatan dalam kebekuan hati,
dinding yang berwarna putih kekuningan,
bunga-bunga terangkai dengan indah dalam pasnya,
gambaran kecil sang pecinta dalam tatap ruangnya,
arca-arca menghias di setiap sudut,
perlambang jiwa penuh pantasi dan imajinasi,
lantai pualam bersinar pancarkan keindahan,
lukisan dinding abstrak bagai tiada mampu tuk maknai,
lahir ku dalam kebisingan nurani,
menghempas rasa ingin nikmati sunyi,
dalam alunan melodi tembang jiwa,
mengalun indah laksana kidung surgawi.
Coretan Tanpa Judul 2
Diposting oleh Ratu Zueliana di 11.14
Mengukir kisah dilangit senja,
seiring debur ombak dipantai cinta,
mengikis gundah pecahkan keraguan,
terbawa arus gelombang kasih,
menuju pulau cinta harapan jiwa,
Aku terikat dalam jalinan asmara,
menuai rasa berjuta pesona,
terlintas pelangi diraut wajah sang kekasih,
memberi cahaya sinari hati,
hilangkan resah tepiskan lara,
tambatan hati yang ku puja tanpa henti,
Tiada lagi kulalui lembah kesunyian,
karena hadirmu sungguh berarti dihidupku,
memberi jawaban atas segala tanya dimimpiku,
sungguh kini segalanya nyata dirasa,
cintamu memberiku satu kekuatan,
tuk melangkah dijalan-jalan terjal kehidupan.
seiring debur ombak dipantai cinta,
mengikis gundah pecahkan keraguan,
terbawa arus gelombang kasih,
menuju pulau cinta harapan jiwa,
Aku terikat dalam jalinan asmara,
menuai rasa berjuta pesona,
terlintas pelangi diraut wajah sang kekasih,
memberi cahaya sinari hati,
hilangkan resah tepiskan lara,
tambatan hati yang ku puja tanpa henti,
Tiada lagi kulalui lembah kesunyian,
karena hadirmu sungguh berarti dihidupku,
memberi jawaban atas segala tanya dimimpiku,
sungguh kini segalanya nyata dirasa,
cintamu memberiku satu kekuatan,
tuk melangkah dijalan-jalan terjal kehidupan.
Coretan Tanpa Judul 1
Diposting oleh Ratu Zueliana di 11.12
Kurangkai aksara ditepian hati,
telusuri jalan-jalan kasih berselimut ketulusan,
menjemput dewa cinta yang bersemayam dalam jiwamu,
berharap kucumbu rasa seindah pelangi,
tak ingin ku terhempas kembali dilembah derita,
yang membuatku enggan melangkah dijalan kehidupan,
bukan mimpi namun segalanya nyata dirasa,
alur cerita penuh misteri yang tak terungkap,
telah kubiarkan menjadi pelindungku dari semua tatapan,
aku lelah bersembunyi diantara bayanganku sendiri,
namun semua itu bukanlah karena ketakutanku,
tapi anugrah dan pemberian hidup yang harus tetap
ku jaga seperti itu,
Kehadiranmu pun adalah bagian atas perjalanan yang
belum usai,
terbius oleh segala pesona yang tak mampu kutepiskan,
dengan penuh rasa syukur dari dalam kalbu,
kini ku dapat berjalan beriringan denganmu,
mengusung sebuah jalinan terikat kasih
yang kemudian menguatkan akar-akar cinta kita,
dalam ruang yang terbentang luas penuh bunga-bunga,
kaulah duta kasih penuh cinta pelipur lara dalam kehidupanku.
telusuri jalan-jalan kasih berselimut ketulusan,
menjemput dewa cinta yang bersemayam dalam jiwamu,
berharap kucumbu rasa seindah pelangi,
tak ingin ku terhempas kembali dilembah derita,
yang membuatku enggan melangkah dijalan kehidupan,
bukan mimpi namun segalanya nyata dirasa,
alur cerita penuh misteri yang tak terungkap,
telah kubiarkan menjadi pelindungku dari semua tatapan,
aku lelah bersembunyi diantara bayanganku sendiri,
namun semua itu bukanlah karena ketakutanku,
tapi anugrah dan pemberian hidup yang harus tetap
ku jaga seperti itu,
Kehadiranmu pun adalah bagian atas perjalanan yang
belum usai,
terbius oleh segala pesona yang tak mampu kutepiskan,
dengan penuh rasa syukur dari dalam kalbu,
kini ku dapat berjalan beriringan denganmu,
mengusung sebuah jalinan terikat kasih
yang kemudian menguatkan akar-akar cinta kita,
dalam ruang yang terbentang luas penuh bunga-bunga,
kaulah duta kasih penuh cinta pelipur lara dalam kehidupanku.
Surat Kematianku
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.16
Biarkan aku terlelap dalam peraduan,
terasa begitu penat dikedua kelopak mataku,
biarkan aku berbaring dalam damai,
nyanyikanlah tembang-tembang sendu
dari goresan usangku yang telah lalu,
yang mampu terbangkan segala mimpi bersama atmaku,
Jangan kau teteskan setitis air mata pun untukku,
karena semua ini mungkin telah tertulis dikeningku,
relakan dan biarkan aku pergi dengan senyuman,
karena aku akan pulang kerumah keabadianku,
hantarkanlah aku dengan doa-doa,
agar segala siksa tiada kutemui dalam perjalanan,
Kusambut kematian itu penuh suka cita,
bertaburkan wewangian bunga diatas pembaringan,
meninggalkan segala aroma keduniawian,
yg membuatku terjatuh, sengsara penuh derita,
biarlah kerajaan fana menjadi tempat ku bernaung
dengan nyaman.
terasa begitu penat dikedua kelopak mataku,
biarkan aku berbaring dalam damai,
nyanyikanlah tembang-tembang sendu
dari goresan usangku yang telah lalu,
yang mampu terbangkan segala mimpi bersama atmaku,
Jangan kau teteskan setitis air mata pun untukku,
karena semua ini mungkin telah tertulis dikeningku,
relakan dan biarkan aku pergi dengan senyuman,
karena aku akan pulang kerumah keabadianku,
hantarkanlah aku dengan doa-doa,
agar segala siksa tiada kutemui dalam perjalanan,
Kusambut kematian itu penuh suka cita,
bertaburkan wewangian bunga diatas pembaringan,
meninggalkan segala aroma keduniawian,
yg membuatku terjatuh, sengsara penuh derita,
biarlah kerajaan fana menjadi tempat ku bernaung
dengan nyaman.
Senandung Cinta Sang Lara
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.10
Cinta,,,,
jadilah engkau penyelaras dalam hidupku,
menjadi pelita dalam gelap malamku,
menjadi pesona dalam gerak langkahku.
Cinta,,,,
balutlah aku dalam kasih setiamu,
cintai aku penuh ketulusan,
berilah warna indah mu bagai pelangi
dalam kehidupan.
Cinta,,,,
kuketuk hatimu dalam mimpi dan nyataku,
yang terbelenggu sepi tanpa hadir canda dan tawamu,
semua terasa membeku dan membisu,
tatkala dirimu berpijak dilain hati tanpa ragu.
Cinta,,,,
Tahu kah kau,,,
kulantunkan senandung rindu penuh syahdu,
berharap kan ku genggam kembali cintamu,
meski jiwa ini telah kau cabik penuh luka.
Cinta,,,
Rasakanlah betapa jiwa ini meradang,
dengarkanlah pekik hati ini mengerang lantang,
dan lihatlah lusuh jiwa ini dalam harap yg tak pasti,
menunggu hadirmu yang kan memberi arti dalam hidupku ini.
jadilah engkau penyelaras dalam hidupku,
menjadi pelita dalam gelap malamku,
menjadi pesona dalam gerak langkahku.
Cinta,,,,
balutlah aku dalam kasih setiamu,
cintai aku penuh ketulusan,
berilah warna indah mu bagai pelangi
dalam kehidupan.
Cinta,,,,
kuketuk hatimu dalam mimpi dan nyataku,
yang terbelenggu sepi tanpa hadir canda dan tawamu,
semua terasa membeku dan membisu,
tatkala dirimu berpijak dilain hati tanpa ragu.
Cinta,,,,
Tahu kah kau,,,
kulantunkan senandung rindu penuh syahdu,
berharap kan ku genggam kembali cintamu,
meski jiwa ini telah kau cabik penuh luka.
Cinta,,,
Rasakanlah betapa jiwa ini meradang,
dengarkanlah pekik hati ini mengerang lantang,
dan lihatlah lusuh jiwa ini dalam harap yg tak pasti,
menunggu hadirmu yang kan memberi arti dalam hidupku ini.
Untukmu Kekasih Hatiku
Diposting oleh Ratu Zueliana di 10.03
Kala samar kutatap dirimu dalam peraduan hati,
rasa tak sanggup mata ini terpejam walau hanya sesaat,
mencuat rasa ingin mendekap meski hanya bayangan,
namun indah pesonamu laksana fajar yang merekah
dipagi nan cerah.
Ku hela nafas panjang dalam impian yg tiada batas,
sejenak ku terjaga,,,,,,,,,,
namun akhirnya anganku larut kembali
dalam buaian mimpi yg tak pasti,
bersama mu,,,,,,,,,
ingin ku nikmati indahnya hari penuh damai
dalam balutan kasih sejati.
Aku tiadakan lelah mendampingimu penuh kelembutan,
dibahumu kan ku sandarkan jiwa raga,
dihatimu kan kucurahkan segenap rasa yang begitu dalam.
Dekaplah aku wahai kekasih hati,,,,,,,
jangan lewatkan malam ini tanpa indahnya mimpi dikelam sunyi,
berilah aku kasih setiamu,,,,,
genggamlah tangan ini tanpa ragu,
dan yakinlah bila tiada yang kan dapat memberimu cinta,
seindah dan setulus cinta yang ku sematkan untukmu.
rasa tak sanggup mata ini terpejam walau hanya sesaat,
mencuat rasa ingin mendekap meski hanya bayangan,
namun indah pesonamu laksana fajar yang merekah
dipagi nan cerah.
Ku hela nafas panjang dalam impian yg tiada batas,
sejenak ku terjaga,,,,,,,,,,
namun akhirnya anganku larut kembali
dalam buaian mimpi yg tak pasti,
bersama mu,,,,,,,,,
ingin ku nikmati indahnya hari penuh damai
dalam balutan kasih sejati.
Aku tiadakan lelah mendampingimu penuh kelembutan,
dibahumu kan ku sandarkan jiwa raga,
dihatimu kan kucurahkan segenap rasa yang begitu dalam.
Dekaplah aku wahai kekasih hati,,,,,,,
jangan lewatkan malam ini tanpa indahnya mimpi dikelam sunyi,
berilah aku kasih setiamu,,,,,
genggamlah tangan ini tanpa ragu,
dan yakinlah bila tiada yang kan dapat memberimu cinta,
seindah dan setulus cinta yang ku sematkan untukmu.
Nafas Kerinduan
Diposting oleh Ratu Zueliana di 09.55
Begitu dalam makna yang tersirat,
begitu indah dalam pancarannya,
sorot mata itu seolah menelanjangiku,
mengikis rasa bersalahku
pada serentetan kisah usang dalam hidupku.
lama sudah kupendam rasa,
dalam derasnya gelombang samudra,
dalam keringnya pertiwi tanpa hujan,
jenuhku terbalut kerinduan,
menghempaskanku dalam lara tanpa keraguan.
sabda alam pun tak sanggup lagi berkumandang,
meradang hati sang pecinta dalam harap yang tiada batas,
berharap rasa bertaut dalam indahnya pesona,
namun segalanya kini sirna tanpa rasa yang terdalam,
lusuh direjam kepalsuan.
dapatkah kau pahami nyanyian hatiku,
dapat kah kau rungu setiap ketukan dijantungku,
dapatkah kau rasa setiap aliran deras dinadiku,
menyuarakan hati penuh desah nafas yang kian melemah.
rangkullah aku kasih,,,
berilah aku makna yang terdalam,,,makna yang terindah,,
hingga tiada ragu ku memelukmu penuh kelembutan.
begitu indah dalam pancarannya,
sorot mata itu seolah menelanjangiku,
mengikis rasa bersalahku
pada serentetan kisah usang dalam hidupku.
lama sudah kupendam rasa,
dalam derasnya gelombang samudra,
dalam keringnya pertiwi tanpa hujan,
jenuhku terbalut kerinduan,
menghempaskanku dalam lara tanpa keraguan.
sabda alam pun tak sanggup lagi berkumandang,
meradang hati sang pecinta dalam harap yang tiada batas,
berharap rasa bertaut dalam indahnya pesona,
namun segalanya kini sirna tanpa rasa yang terdalam,
lusuh direjam kepalsuan.
dapatkah kau pahami nyanyian hatiku,
dapat kah kau rungu setiap ketukan dijantungku,
dapatkah kau rasa setiap aliran deras dinadiku,
menyuarakan hati penuh desah nafas yang kian melemah.
rangkullah aku kasih,,,
berilah aku makna yang terdalam,,,makna yang terindah,,
hingga tiada ragu ku memelukmu penuh kelembutan.
Indahnya Bahasa Pengkhianat Negeri
Diposting oleh Ratu Zueliana di 09.50
Pesona indah menebar janji-janji,
tiada ku rasa manis tercicipi,
hidup bak dalam kekosongan hati,
menuai mimpi yang tiada pasti.
aku resah kala kau mengucap kata,
matamu terkatup bibirmu menganga,
otak-otak licik penuh tipu daya,
namun sayang diri ini takkan mabuk kepayang.
kurangkai kata dalam perih dan gundah gulana,
menyemai sekelumit kisah dinegeriku,
yang jauh dari sebuah kata keadilan,
namun jiwa ini takkan menyerah dan meradang.
kan ku robohkan karang-karang,
hingga tiada lagi kau mampu tegakkan kepala,
menantang langit penuh kesombongan,
dan bersembunyi dibalik topeng kemunafikan.
tiada ku rasa manis tercicipi,
hidup bak dalam kekosongan hati,
menuai mimpi yang tiada pasti.
aku resah kala kau mengucap kata,
matamu terkatup bibirmu menganga,
otak-otak licik penuh tipu daya,
namun sayang diri ini takkan mabuk kepayang.
kurangkai kata dalam perih dan gundah gulana,
menyemai sekelumit kisah dinegeriku,
yang jauh dari sebuah kata keadilan,
namun jiwa ini takkan menyerah dan meradang.
kan ku robohkan karang-karang,
hingga tiada lagi kau mampu tegakkan kepala,
menantang langit penuh kesombongan,
dan bersembunyi dibalik topeng kemunafikan.
Langganan:
Postingan (Atom)






