skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
Ratu Zueliana
di
14.31
Semburat rindu kian meracu dibibir malam,
angan mengembara di dataran kalbu,
sekilas senyuman menguap bersama awan,
gerimis alunan tembang jiwa tiada lagi kesejukan,
terapung diatas gelombang yang mulai surut.
Bumi telah memaksa ku menuju jalan-jalan
yang tak ku inginkan,
meski kicau burung dipagi hari bernyanyi merdu
namun kesunyian semakin merambah sukma,
hingga aku merasakan kematian itu telah begitu dekat,
menjemput ku dengan kemegahan kereta kencana nirwana.
Bila esok tiada lagi jantung ku berdetak,
bukan karena ku tak ingin hembuskan nafas di kedamaian,
namun hari telah membuat ku enggan tuk bersua,
dan tangan-tangan perkasa kegelapan
seolah tak ingin melepas ku dari cengramannya,
hanya kepasrahan dalam doa ku senandungkan,
semoga harapan dapat nyata ku miliki penuh kepastian.
0 komentar:
Posting Komentar