Berlindung Di antara Lusuhnya Dinding-dinding

Jumat, 06 Januari 2012

Berlindung di antara lusuhnya dinding-dinding yang menjulang,
terhalang pandangan ku dari tatapan sang surya,
hanya sepoi sang bayu yang sesekali menyapa ramah penuh kesejukan,
nyanyian para ilalang turut semarakkan rasa di jiwa yang kalut,
lusuh nurani tiada bentuk remuk tercabik kegersangan,

ku lanjutkan perjalanan melewati batas senja yang kian buram,
lalui tepian danau yang sepi tak berpenghuni,
sekilas terlihat di kejauhan gubuk-gubuk usang dengan lampu-lampu tuanya yang bersinar redup,
menyambut sang malam yang gagah perkasa,
menyapa dengan pekatnya bersama ribuan bintang yang menjadi penghias bisu.

aku tertunduk lesu tanpa rona di ujung gelisah,
duduk merenung menatap daun-daun yang menari dengan gemulai,
seakan ingin menghibur ku dalam kesunyian rasa yang kian hampa,
tanpa mampu mengucap kata,
hanya kelopak yang senantiasa berkedip
hanya sekedar memberi isyarat pada langit malam yang kian kelam berselimut awan.

0 komentar:

Posting Komentar