skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
Ratu Zueliana
di
14.56
Tetes darah yang mengalir
isyaratkan luka yang tergores begitu dalam,
cinta ku berujung petaka,
andaikan ilalang itu tahu dan pahami,
betapa cinta yang ku miliki penuh pengorbanan,
namun nyiur hanya mampu melambai,
dalam kebisuannya yang lemah gemulai,
ku coba abaikan segala rungu ku,
namun badai tak pernah berhenti menerjang,
penuh gejolak dan terus menghadang,
gelombang itu semakin mengikis kokohnya karang-karang,
pasir-pasir pun terbawa arus,,
terombang ambing meski arah telah ditentukan,
namun segalanya tiada lagi bersahabat,
jiwa penuh dengki itu hempaskan ku penuh luka.
0 komentar:
Posting Komentar