Kepedihan Melanda Jiwa

Jumat, 06 Januari 2012

Gemericik riak air anak sungai mengalir,
searah sang surya menuju peraduan,
lewati lembah dan dusun-dusun yang sunyi,
basahi jiwa yang jauh terpisah dari gelak tawa,
bahagia terkikis oleh arus kesedihan.

bagai menabur pasir di tepi pantai,
rasa sia-sia ku bangun segala asa dalam cinta,
mencumbu bayangan yang hanya semu,
tersangkut di antara hayal dan mimpi,
terhimpit nurani tanpa mampu terjaga.

pesona kasih sejuta pesona,
membuat ku mabuk tanpa kendali diri,
rasa bahagia hanya khiasan tanpa makna,
guci-guci pun kini retak dan pecah,
jatuh ketanah tanpa mampu ku tahan,
jiwa dan raga ku lunglai dalam kesakitan.

0 komentar:

Posting Komentar