skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
Ratu Zueliana
di
08.36
Mataku nanar menatap setiap lekuk lukisan malam,
ada sesak yang menyumbat pernafasan,
ada perih di hati yang tak mampu ku ungkapkan,
hanya mampu diam di antara riuhnya suara-suara,
Tak dapat ku ingkari semua rasa bersumber padamu,
banyak cerita telah terpaparkan dalam alurnya,
kau hanya mampu menyucikan dirimu dengan kata-kata,
tanpa mampu melihat bentuk di diri yang sesungguhnya,
kembali kau korbankan rasa yang telah lama ku jaga,
Biarlah sudah segalanya kini telah kurelakan,
karena masih ada fajar yang memberiku harapan,
kehangatan yang pasti akan ku rasa kala sinar terpancar,
memberi indah kala musim datang berganti,
hingga akhirnya damai hadir menyapa hari.
0 komentar:
Posting Komentar