skip to main |
skip to sidebar
Diposting oleh
Ratu Zueliana
di
14.35
Kala ku berjalan pada nyata yang menelanjangi hari,
aku merasa begitu asing dalam peradaban,
waktu telah membunuh ku tanpa kesempatan,
mengoyak jati diri hingga menguliti sebagian jiwa,
kala malam menjelang,,,,,,,,,,,,
awan mengantongi bintang-bintang dan rembulan,
hingga tak satupun cahaya menyinari dalam gulita.
Bukit-bukit terlihat hanya bayangan dikejauhan,
menertawakan setiap celah hitam di dinding sukma,
aku terpaku di dataran sepi terikat bimbang,
sepoi sang bayu hanya hembusan tanpa makna,
tiada lagi kesejukan memeluk rasa di batas impian,
tak lagi berdaya dalam genggaman kegelisahan.
Ku goreskan kata demi kata mewakili malam,
menyanding segala kegelapan yang perkasa,
takkan terlewatkan hari ini dan untuk selamanya,
menggali kenangan di pikiran cinta yang telah lalu,
dan menguburnya di antara kebengisan zaman.
0 komentar:
Posting Komentar