Kisahku. Part 1

Rabu, 09 Mei 2012

Di hari ini ku awali kembali menulis lembar demi lembar kisah usang,
sebuah rasa yang nyaris binasa dalam penantian,
aku tak pernah takut dengan apa yang kurasa,
aku pun tak pernah merasa hina tuk ungkapkan segala isi yang tersemat di jiwa,
walau terkadang sulit dicerna oleh akal sehat,
bahwa mimpi telah memberiku luka dalam sebuah harapan,

nyata bintang itu bersinar di malam hari,
dapat ku lihat terangnya begitu indah,
namun terlalu jauh tuk ku genggam dengan kedua tanganku,
dan aku hanya mampu bersandar pada sang malam,
karena dari kegelapan itulah tampak jelas kulihat dirimu,

langkahku kian datar,
walau penat dalam kepala yang tak lagi ingin menyimpan kenangan itu,
hanya desir lembut sang bayu sesekali membasuh wajahku,
menyeka keringat yang ada di keningku,
walau sesungguhnya ada tetes yang tersamarkan dibalik lentik kedua kelopak mata,
namun aku memiliki hati sekokoh karang,
setegap gunung yang menjulang,

walau kadang ku harus bersimpuh dikaki senja,
meratap pada deru ombak dilautan,
agar senantiasa menyapaku walau hanya lewat senandung tanpa irama,
tapi ku tahu kau selalu ada,
di belakangku, di depanku, di samping ku,
bahkan dimanapun kaki ku berpijak,
masih terngiang suaramu ditelinga,
bisikan rindu penuh cinta tercurah begitu dalam,
masih segar dalam ingatan,
cumbu rayu memujaku bagai bidadari cinta,
dan semua itu ternyata kosong,

0 komentar:

Posting Komentar