Coretan Tanpa Judul 14

Selasa, 21 Februari 2012

Buram wajah malam pancarkan keresahan yang dalam,
memeluk ragu penuh kegelisahan,
mencuat emosi di jiwa membuat kalut pecah di kepala,
dan ku biarkan sejenak bermain-main di antara kecewa,
ku rasakan betapa rendahnya pemahaman pada diri,
kata demi kata terlantun bagai tiada arti,
terpaparkan tanpa arah dan tujuan yang pasti,

Netraku mulai berkaca-kaca,
selaputnya mulai basah oleh gerimis,
luka penuh nanah dan darah yang tak terobati,
menyesali sesuatu yang tak seharusnya terjadi,
kau buka telingamu lebar-lebar,
namun kau sendiri tiada mampu mendengar segala ucap,

Bergejolak ribuan rasa bagai gemuruh halilintar siap menyambar,
mengurai berbagai opini yang menurutku sungguh tak layak,
kau adalah bukan aku yang kini mulai tak berdaya,
kau adalah bukan aku yang kini mulai mati rasa,
kau adalah bukan aku yang kini nyaris terlupakan,
kau memang bukan aku,,,,,
karena kau memang bukan yang sanggup tuk pahami aku,
karena kau adalah bukan karena aku yang sanggup membentuknya.

0 komentar:

Posting Komentar