Nyanyian Malam

Jumat, 02 Maret 2012

Menara itu berdiri kokoh dengan angkuhnya,
hempasan badai hanyalah hembusan tiada arti,
Nyanyian malam tiada mampu membuatnya tersentuh,
tegak menantang bagai karang di tengah lautan,

Langit pun gundah ingin menimpanya,
bumi merana ingin menguburnya,
samudra murka ingin tenggelamkannya,
keresahan siburung camar hinggap di puncak keangkuhan,
tiada mampu berdendang riang dalam pancaran sinar para bintang,

Lelah terpahat dalam nisan berlukiskan nama diri,
mencoba jalani di antara kebisuan nurani menyayat hati,
seolah enggan tuk beranjak pergi,
dari wahana malam yang kelam dan sunyi,
sang lara pun tertunduk lesu,
tiada kata dan hanya membisu,
hanya sesekali dedaunan menyapa lewat lambaiannya,
isyaratkan cinta dalam pengharapan yang tiada batas.

0 komentar:

Posting Komentar